Sembuh dari Covid-19, Wali Kota Tomi Mano Beri Kesaksian

SEMBUH: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., melakukan konferensi pers dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di RS Provita Jayapura, Selasa (16/2) kemarin, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. foto: Gratianus/cepos

JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menjadi salah satu kepala daerah di Indonesia yang juga terpapar Covid-19. Setelah beberapa hari dirawat secara intens di RS Provita Jayapura, Wali Kota Tomi Mano akhirnya sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang, untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri selama beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan sendiri Wali Kota Tomi Mano dalam konferensi pers di RS Provita Jayapura, Selasa (16/2) kemarin.

Orang nomor satu di Kota Jayapura ini mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk berolahraga dengan cukup dan menyantap makanan sehat di rumah. Bahkan, di kantor, prosedur protokol kesehatan yang ketat tetap diterapkan, seperti mengenakan masker dan sarung tangan. Tidak sampai di situ, surat-surat yang akan ditandatangani harus melalui ruangan yang aman dulu selama 30 menit, sebelum akhirnya masuk ruang kerjanya untuk ditandatangani.

Namun, Benhur Tomi Mano (BTM) mengaku bahwa terkadang dirinya lalai. Terlebih dalam memberikan sambutan, yang mana membuka masker di depan banyak orang. “Artinya, saya saja yang mengikuti protokol kesehatan dengan ketat, tapi saya bisa kena Covid-19,” ungkap BTM didampingi istri, manajemen RS Provita Jayapura dan Kadinkes Kota Jayapura, kemarin.

BTM berkisah bahwa dirinya mengetahui terpapar Covid-19 pada Selasa pekan lalu setelah hasil Rapid Test Antigen menyatakan positif. “Saya kena (Covid-19) hari Selasa. Malamnya, saya batuk dan tidak bisa tidur sampai pagi. Namun, pagi itu saya langsung pergi ke kantor karena ada pertemuan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Tapi sorenya, saya tidak bisa tahan lagi, sehingga saya minta Kadinkes Kota Jayapura mengirim stafnya untuk melakukan Rapid Test Antigen kepada saya,” bebernya.

Baru lima menit sambung Wali Kota Mano, alat rapid test tersebut sudah menunjukkan dua garis merah atau dengan kata lain positif Rapid Test Antigen. Alhasil, keputusan yang diambil kala itu oleh Kadinkes Kota Jayapura menghubungi Dirut RS Provita Jayapura untuk merawat Wali Kota BTM.

“Puji Tuhan, sampai di sini (RS Provita), saya langsung ditangani oleh tiga dokter ahli dan kemudian dibentuk tim khusus untuk menangani saya. Mereka juga panik karena saya ada penyakit penyerta yakni diabetes,” jelasnya.

Selain ditangani khusus oleh tim dokter ahli RS Provita, penanganan kondisi wali kota didukung dokter pribadi atau dokter keluarga hingga akhirnya setelah beberapa hari dirawat intensif, akhirnya dinyatakan sembuh dan pulang untuk beristirahat.

“Puji Tuhan, saya dinyatakan harus istirahat, pulang ke rumah untuk masa pemulihan. Saya merasakan penderitaan yang cukup kuat, tapi Tuhan masih memberikan saya kekuatan dan semangat. Bukan apa, karena banyak yang meninggal karena Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, apalagi diabetes,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, BTM mengimbau seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan agar terhindar dari ancaman penularan Covid-19.

“Saya mau sampaikan kepada seluruh warga Kota Jayapura bahwa Covid-19 ini ibarat undian. Covid ini ada di sekitar kita, dan tinggal tunggu giliran saja kapan dapat. Tapi kalau kita ikuti protokol kesehatan dengan ketat, ikuti imbauan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan, maka kita akan terhindar dari Covid-19,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *