Impor Papua Turun 57,59 Persen

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina

JAYAPURA -Impor Papua pada Januari 2021 tercatat senilai US$10,45 juta  atau turun 57,59 persen bila dibandingkan dengan impor pada Desember 2020 yang senilai US$24,64 juta.

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina menjelaskan, impor Papua pada Januari 2021 tercatat senilai US$10,45 juta berupa impor migas senilai US$0,88 juta dan impor nonmigas senilai US$9,57 juta.

“Dibandingkan Desember 2020, nilai impor Papua mengalami penurunan sebesar 57,59 persen yang dipengaruhi oleh impor migas yang mengalami penurunan sebesar 92,87 persen (turun US$11,45 juta) dan impor nonmigas yang menurun 22,26 persen,” ungkapnya  dalam rilisnya, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (16/2) kemarin.

Lanjutnya, komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan barang-barang dari besi dan baja (HS73) yang memiliki nilai US$2,84 juta atau  sebesar 29,68 persen dari total nilai impor komoditi nonmigas.

“Total impor Papua pada periode Januari 2021 senilai US$10,45 juta atau menurun 42,75 persen bila dibandingkan total impor pada periode Januari 2020 yang senilai US$18,26 juta,” tambahnya.

Diakuinya, nilai impor migas Januari 2021 senilai US$0,88 juta. Sementara itu, nilai impor nonmigas Papua senilai US$9,57 juta pada periode Januari 2021.

Impor 10 golongan nonmigas utama pada Januari 2021 tercatat senilai US$8,31 juta atau menurun 2,66 persen bila dibandingkan Desember 2020 yang sebesar US$8,53 juta.

“Impor dari tujuh negara utama pada Januari 2021 tercatat sebesar US$9,12 juta atau menurun 38,27 persen dibanding  Desember 2020. Tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Januari 2021 adalah Australia senilai US$8,77 juta  (83,88 persen), Korea Selatan dengan impor senilai US$0,88 juta (8,41 persen), dan Papua New Guinea senilai US$0,39 juta (3,73 persen),”bebernya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *