Dua Hari Terakhir Digunakan Tandatangani dan Bereskan Berbagai Dokumen

Akifitar Frederikus Gebze, SE, M.Si di hari-hari terakhir jelang berakhirnya masa jabatannya bersama Wabup Sularso, Selasa (16/2).  ( FOTO: Sulo/Cepos)

Detik-detik Menjelang Berakhirnya Masa Jabatan Frederikus Gebze-Sularso

Rabu (17/2) hari ini, merupakan  hari terakhir Frederikus Gebze, SE, M.Si menyandang status bupati dan Sularso, SE menyandang  status sebagai wakil bupati Merauke. Diketahui, pasangan ini  memenangkan Pemilu yang digelar tahun 2015 lalu dan dilantik 17  Februari 2016 setelah  gugatan yang diajukan oleh rivalnya Drs. Romanus Mbaraka, MT-Suyanto, SH, MSi di Mahkamah Konstitusi selesai.

Laporan: Yulius Sulo, Merauke

Setelah sempat absen di Merauke selama kurang lebih 2 minggu, karena melakukan perjalanan dinas di luar Papua, Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si telah kembali 3 hari  menjelang masa jabatannya tersebut berakhir. Tiba   di Merauke pada Senin (15/2) namun karena libur fakultatif Papua sehingga Selasa kemarin  baru melakukan  aktivitas kembali.

   Selasa kemarin,  dari pantauan Cenderawasih Pos, aktivitas orang nomor satu di Merauke  tersebut  menuju kantor bupati sekitar pukul 11.00 WIT.  Tampak menemui Penjabat Sekda di ruangannya. Setelah itu, kemudian menerima sejumlah pejabat  di ruang kerjanya.

   Ditemui media ini, Bupati Frederikus Gebze mengungkapkan bahwa dalam 2 hari terakhir  ini dirinya lebih banyak untuk menandatangani surat-surat dan membereskan sejumlah dokumen yang ada. ‘’Lebih banyak menyelesaikan administrasi. Karena tanggal 10 Februari kemarin, BPK sudah masuk melakukan pemeriksaan. Maka kita juga harus melihat seluruh administrasi kita, melengkapi berkas-berkas yang ada.”ungkapnya.

   Bupati Frederikus Gebze mengaku punya lima komitmen sejak dilantik 17 Februari 2016,  yakni pertama penataan kelembagaan, SDM, ketiga pengembangan manajemen kepegawaian dan penataan aset dan kelima pertanggungjawaban dan itu  bisa dilaksanakan dengan baik.  “Puji syukur, sampai kita mau turun, komitmen itu masih kita pegang  dan bisa dibuktikan datanya  impiris, itu ada di Bappeda dan bisa dipakai,’’ katanya.

   Frederikus Gebze juga menjelaskan bahwa selama 5 tahun, 7 dari  dari 8 visi misi yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat diselesaikan yang tentunya sebagai manusia tidak 100 persen secara sempurna.

   Menurutnya, program yang  belum dapat dilaksanakan karena melaksanakan komunikasi  dan itu butuh regulasi yang seimbang. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Hubungan komunikasi itu  yang lebih afdolnya di BUMD. Karena pemerintah hanya menyiapkan sebagai fasilitator, mediator. BUMD itulah  yang menjadi jembatan yang bisa menghubungkan bagaimana  potensi daerah itu bisa dikembangkan.”ungkapnya.

   Bupati Frederikus berharap  di pemerintahan yang datang bisa meneruskan sebagaimana yang dirinya harapkan. “Namun gaya kepemimpinanya pasti berbeda. Karena setiap koki pasti beda masakan. Tapi apapun koki dan masakannya yang penting cita rasanya itu yang menjadi harapan,’’ katanya panjang lebar.

   Dikatakan,  program Merauke sebagai lumbang pangan harus  tetap jalan.  Namun satu program  yang tertinggal dan belum dilaksanakan dari 8 visi misi tersebut bernama tebarkan karpet merah putih di semenanjung Pasifik. “Karpet itu  adalah kawasan agro ekonomi terpadu.  Itu salah satu program yang kita punya dan nanti kita kembangkan juga,’’ terangnya.

   Frederikus  Gebze menyampaikan terima kasih kepada sleuruh pejabat dan staf lingkup Pemkab Merauke mulai dari Sekda, para asisten,  staf ahli bupati, pimpinan  SKPD, kepada distrik, lurah dan  kepala  kampung yang selama 5 tahun mensukseskan visi misi bupati tersebut. ‘’Merekalah  sebagai eksekutor di lapangan. Kalau saya dengan pak  Wakil Bupati hanya sebagai decision maker police atau pembuat kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan.Tetapi  pembangunan yang terjadi secara keseluruhan itu  adalah di SKPD  termasuk di wilayah kampung-kampung,’’ katanya. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *