Polisi Periksa 11 Saksi

Kapolres Jayapura AKBP Viktor Dean Mackbon, SH, SIK, MH, M.Si, didampingi Kapolsek Sentani Kota AKP Ruben Paluyukan, S.IK saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Sentani Kota, Selasa (15/12) lalu. ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

Terkait Kasus Dugaan Pembunuhan di Kampung Sereh*

SENTANI-Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Sereh beberapa waktu lalu. Kapolsek Sentani Kota, Kompol Ruben Paluyukan mengatakan, guna mengejar pelaku utama dari kasus ini, polisi sudah memeriksa 11 orang saksi yang dianggap mempunyai hubungan dengan peristiwa ini.

“Sudah ada 11 orang yang kami periksa. Sebelumnya ada delapan saksi yang sudah kita periksa,” kata Kompol Ruben Paluyukan, ketika dikonfirmasi media ini, Senin (15/2).

Dia mengatakan, kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polsek Sentani Kota dan dibackup Satreskrim Polres Jayapura. Terkait kasus ini juga, pihaknya sudah melakukan gelar perkara dengan Kapolres dan Satreskrim Polres Jayapura, guna menjelaskan terkait kendala yang dihadapi pihaknya dalam mengungkap pelaku utama dari kasus ini.

“Kami sudah gelar perkara, sudah dijelaskan mulai dari timeline terus dengan pemeriksaan saksi,” katanya.

Lanjut dia, dalam pengungkapan kasus ini, polisi masih mengalami kesulitan untuk menentukan siapa dalang atau pelaku utama dari kasus pembunuhan tersebut. Karena meskipun sudah ada belasan saksi yang sudah diperiksa, namun belum ada satupun yang mengarah ke tersangka.

“Sampai sekarang belum ada saksi yang menguatkan kepada tersangka,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Senin (25/1) lalu, warga di seputaran Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa busana.

Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara langsung mengevakuasi dan berhasil mengidentifikasi korban yang kemudian diketahui berjenis kelamin laki-laki. Korban diketahui bernama Misran Irianti (36). Dia meninggal diduga kehabisan darah setelah mengalami luka tikam di bagian perut sebelah kiri yang diduga akibat dari benda tajam.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian, korban merupakan warga yang berasal dari Jalan Pasir Sentani Kabupaten Jayapura.

” Kasus ini masih dalam atensi kami, kami terus melakukan pendalaman terkait kematian korban. Nanti kalau sudah ada hasil baru kami release,” ujarnya.

Ditanya mengenai, dugaan dari penyebab kematian korban karena terkait asmara, pihaknya mengaku hal itu juga masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.”Sedang kita dalami informasi tersebut,” pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *