Kapolri: Kedepankan Edukasi, Persuasi dan Restorasi Justice

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Rapim TNI-Polri Juga Bahas Penanganan Pandemi

JAKARTA, Jawa Pos-Polri memiliki semangat untuk memperbaiki diri. Dalam rapat pimpinan (rapim) TNI dan Polri kemarin (15/2) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berupaya untuk mengedepankan edukasi, persuasi dan restorasi justice dalam penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Bahkan, juga memperhatikan masalah hak asasi manusia (HAM) dalam proses penegakan hukum secara umum.

Jenderal Listyo Sigit menuturkan, dalam bidang hukum masalah UU ITE menjadi catatan. Karenanya untuk kedepan, penegakan hukum dilakukan secara selektif. Sekaligus, mengedepankan edukasi, persuasi dan mengupakan restorasi justice. ”Dalam UU ITE terdapat pasal yang dianggap sebagai pasal karet,” paparnya.

Pasal karet berpotensi untuk digunakan melaporkan atau saling melapor. Yang saat ini juga dikenal sebagai kriminalisasi. Sehingga, semua itu bisa ditekan atau dihindari.”Penggunaan ruang siber akan dijaga dengan baik, tentu ada langkah preventif,” terangnya kemarin.

Dalam rapim tersebut, Presiden Jokowi juga menginstruksikan meningkatkan sinergitas TNI dan Polri dalam menghadapi situasi pandemic Covid 19. Serta, mengawal pemulihan ekonomi nasional. ”Dalam rangka itu ada sejumlah langkah,” tuturnya.

Salah satunya, TNI dan Polri akan menggelar peningkatan kedisiplinan protocol kesehatan. Lalu, mendukung vaksinasi masal dan kesepan juga mengawal penambahan jumlah vaksin yang didistribusikan. ”Kami membantu menyedianak petugas yang menjadi vaksinator dalam program vaksinasi nasional,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, Bhabinkamtibmas dan Babinsa menjadi ujung tombak. Mereka yang terdepan dalam PPKM berbasis RT dan RW. ”diharapkan menjadi pelopor bersama lurah dan linmas, untuk mampu melaksanakan 3T,” jelasnya.

Dia menuturkan, dengan begitu diharapkan penyebaran Covid 19 dapat ditekan. Dari informasi yang didapatkan, tingkat penyebaran Covid 19 terus menurun. ”Semoga semuini bias dilakukan agar pertumbuhan Covid 19 dapat ditekan,” ujarnya.

Program lainnya yang dilakukan, yakni mengawal pengembangan UMKM, meningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. ”Industri padat karya dan infrastruktur juga terus dikawal,” terang mantan Kabareskrim tersebut.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, meningkatnya sinergitas TNI dan Polri telah mengurangi gesekan antar personel kedua instansi.”Dari laporan yang masuk, jumlah kasus pada 2020 itu berkurang setengahnya, bila disbanding dengan kasus yang terjadi 2016,” urainya.

Dia menuturkan, sebagai dua institusi Negara, energy keduanya seharusnya diarahkan sepenuhnya ke pelaksanaan tugas pokok dan kolaborasi lintas sektoral. ”Soliditas dan sinergitas TNI- Polri mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.   (idr/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *