Buktikan Tak ada Efek Samping Vaksinasi Covid -19

Bupati Jayawijaya John Richard Banua, SE, Msi dan Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang saat memperlihatkan Sertifikat Usai mendapatkan Vaksinasi Covid -19. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA – Pasca dicanangkan Vaksinasi Covid -19 di Jayawijaya minggu lalu, berbagai isu yang miring  mulai dihembuskan di kalangan masyarakat tentang berbagai hal yang dirasakan oleh penerima vaksin tersebut. Namun sesungguhnya para penerima vaksin mengaku sama sekali tidak merasakan adanya efek samping usai disuntik.

   Bupati Jayawijaya John Richard Banua,SE, MSi usai mendapatkan suntikan vaksinasi tahap II usai pencanangan kemarin mengaku ia dan keluarga serta sebagian dari pejabat esensial yang terhambat pada vaksinasi tahap pertama, baru saat ini melakukan vaksinasi, setelah dilakukan screening kemarin.

  “Saya bersama dengan Dandim 1702/Jayawijaya hari ini dalam tahap II baru melakukan vaksinasi Covid -19, sehingga saya berharap kepada masyarakat untuk nantinya bisa mengikuti vaksin untuk menjaga diri kita sendiri karena vaksin bukan menyembuhkan tetapi penjaga kuatkan daya tahan tubuh,”ungkapnya Senin (15/2).

  Terkait dengan isu yang berkembang, Kata Bupati, hari ini ia bersama Dandim 1702/jayawijaya membuktikan sendiri jika tak ada efek samping dari vaksinasi yang diberikan, setelah 30 menit beristirahat tidak ada efek samping apapun yang didasarkan.

  “Kalau efek samping demam, pusing sama sekali tidak dirasakan usai saya mendapatkan suntikan vaksinasi, jadi kalau ada isu yang dibicarakan di luar tidak benar, karena kami sudah membuktikan itu,”katanya.

  Sementara itu, Dandim 1702 / Jayawijaya Letkol. Inf. Arif Budi Situmeang mengakui jika usai mendapat suntikan dapat dipastikan kondisinya dalam keadaan stabil dan tak ada efek samping yang dirasakannya dan semua normal seperti biasa dan bisa dipastikan vaksin aman untuk masyarakat.

  “Pelaksanaan vaksin sendiri tidak bisa langsung diberikan, harus melalui tahapan Screening, saya sendiri sebelumnya sudah screening dan dinyatakan sehat tapi pada saat pencanangan tensi saya 140/80 sehingga harus ditunda dan untuk tahap II ini tensi saya 130/80 baru bisa divaksinasi,”bebernya.

  Screening yang dilakukan, kata Dandim 1702/ Jayawijaya, seperti General Cek up karena ada Rongten, pemeriksaan darah, jantung, sampai tes urine, sehingga semua kondisi tubuh dilakukan pengecekan terlebih dahulu baru bisa dilakukan vaksinasi .

  “Untuk vaksinasi terhadap anggota kami menunggu 1200 vaksin ini digunakan dulu, sehingga ini untuk tega kesehatan lebih dulu dan habis itu baru anggota TNI/Polri yang ada di Wamena.”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *