Awalnya 12 Ribu Orang, Membangkak 60 Ribu Orang

Klemen Tinal, SE., MM. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

Terkait Data Tenaga Honorer di Papua

JAYAPURA- Perihal progres pengangkatan tenaga honorer di Provinsi Papua, Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, SE., MM., menjelaskan bahwa data tenaga honorer telah dibawa ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Mau tahu yang kita bawa ke sana berapa banyak jumlahnya?  Sebanyak 60 ribu lebih data honorer. Itu yang telah saya sampaikan kepada Kepala BKD Papua untuk mencoret nama-nama yang baru satu – dua bulan masuk (jadi honorer),” ungkap Wagub Klemen Tinal.

Bukan tanpa alasan, sebab, awalnya diketahui bahwa tenaga honorer yang diminta diakomodir sebanyak 12 ribu orang. Berangkat dari situ, Pemerintah Provinsi Papua yang dipimpin langsung Wagub Tinal bertemu Menpan RB. Hasilnya, disepakati untuk dibuka 20 ribu honorer.

“Berarti kuotanya melebihi 8 ribu, sehingga kita koordinasi dengan kabupaten/kota dan provinsi untuk mengisi kesempatan yang diberikan menteri. Sampai belakangan ini updatenya sudah kita bawa ke Kemenpan RB,” jelasnya.

Namun, kemudian dari kuota yang diberikan itu, data honorer yang tadinya 12 ribu membengkak hingga 60 ribu.

“Hal-hal seperti ini yang bikin rusak negara. Bukan Papua, tapi negara. Ini kolusi dan nepotisme yang terjadi. Dari anak-anak yang terkumpul dalam forum itu (honorer), Cuma 12 ribu sekian, dan sekarang dari seluruh kabupaten/kota terkumpul 60 ribu,” tambahnya.

“Tapi kami sudah sampaikan untuk tetap fokus. Jadi, secara umum progresnya sudah di Jakarta. Sedang ditindaklanjuti. Kita berdoa saja sehingga bulan depan sudah bisa tahu siapa-siapa yang masuk,” pungkasnya. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *