40 Orang Meninggal Akibat Covid-19

Tim dari Gugus Tugas Kesehatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura ketika melakukan pemakaman terhadap salah satu warga yang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Kabupaten Jayapura sampai saat ini masih terus terjadi dan belum berhasil diatasi.  Dari awal pandemi Covid-19 ini mulai menyebar, sampai saat ini tercatat sebanyak 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura telah meninggal dunia.

” Dari data yang ada, sampai saat ini sudah 40 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19,” kata  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Jayapura,  Khairul Lie dalam release yang diterima wartawan, Senin (15/2).

Sementara itu, secara kumulatif jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Jayapura hingga saat ini sudah mencapai 1061 orang. Dengan jumlah kesembuhan sudah mencapai 84% atau sebanyak 888 orang dari total kasus yang terkonfirmasi positif.

” Saat ini yang masih dirawat sebanyak 133 orang,” sebutnya.

Meski begitu, untuk pasien yang dirawat tidak semuanya menjalani isolasi terpusat di rumah sakit, ada sebagian pasien melakukan perawatan dengan cara isolasi Mandiri di rumah masing-masing. Setidaknya pemerintah mempunyai dua skema dalam hal penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pertama bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 disertai gejala tetap direkomendasikan untuk diisolasi di rumah sakit. Sedangkan bagi pasien yang terkonfirmasi positif namun tidak disertai gejala klinis maka diarahkan mengikuti isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

” Baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi Mandiri di rumah tetap dalam pengawasan dan pemantauan tim medis sesuai pembagian yang sudah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *