Seni Budaya Harus Punya Panggung

Pertunjukan seni budaya yang dimainkan di panggung teater Taman Budaya Expo Waena belum lama ini. Hingga kini  Taman Budaya Papua yang sempat menjadi icon Papua tak lagi berfungsi  dan tak terawat meski berstatus aset pemerintah provinsi. (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA –  Kondisi taman budaya sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Papua yang berada di Expo Waena hingga kini masih terbiar mangrak. Kondisinya juga sangat memprihatinkan. Padahal menjadi aset pemerintah provinsi. Lokasi yang cukup luas ini sejatinya sangat layak dihidupkan kembali agar seni budaya di Papua bisa memiliki panggung dan menularkan nilai – nilai edukasi.

“Eksistensi seni budaya dan kearifan lokal di Papua harus dijaga dan kita harus akui bahwa selama ini itu belum tersentuh maksimal padahal ada banyak nilai yang  harus ditularkan,” kata John N.R Gobay, Sekretaris II Dewan Adat Papua, Sabtu (13/2). Ia melihat sejatinya potensi penggiat seni baik seni ukir, seni lukis dan lainnya di Papua tak kalah dengan daerah lain. Ini semakin lengkap dengan filosofi yang menempel pada setiap karya yang diciptakan. Hanya sayangnya panggung untuk mereka belum disiapkan dan terkesan pekerja seni dan budaya ini jalan sendiri.

John berpendapat  bahwa jangan ketika ada event saja barulah para pekerja seni dan budaya ini dilibatkan sementara agenda rutin tahunan tidak dipikirkan. “Saya melihat ada kerinduan dari seniman Papua agar taman budaya ini diaktifkan agar menjadi lumbung seni atau pusat kebudayaan Papua,” jelasnya. Namun John juga mencatat bahwa lokasi taman budaya masih menyimpan sejumlah persoalan. Pertama adanya penghuni  yang harus direlokasi, kedua persoalan dengan pemilik tanah yang sepatutnya bisa duduk bersama.

Para ondoafi sebagai pemimpin adat dan lokasi diyakini memiliki keinginan agar adat tetap terjaga kelestariannya namun kompensasi yang harus diterima juga harus dipastikan. Ketiga soal penataan aset dimana taman budaya Papua adalah aset   pemerintah sehingga Pemprov harus mendata atau mengidentifikasi kembali. “Kalau saya menyimpulkan, taman budaya Papua  bisa menjadi kampung seni, icon wisata serta galery noken, museum budaya serta tempat pentas, stand pameran, tempat pelatihan serta gedung pertunjukan. Itu adalah sesuatu yang riil sehingga dengan Perdasus No 16 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pengembangan Kebudayaan Asli Papua, Pemerintah Provinsi berkewajiban untuk mengaktifkan  Aset Pemprov Papua Taman Budaya Papua di lahan bekas Expo Waena,” tegasnya. (ade/oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *