Gereja GIDI Resmi Dibangun di Toraja Utara

BATU PERTAMA: Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak saat akan meletakan batu pertama pembangunan Gereja GIDI Jemaat Filadelfia Bolu Toraja Utara, Jumat (12/2) lalu. ( FOTO:  Reis/Humas Mamteng)

Bupati RHP : Tidak Salah GIDI Hadir di Toraja

RANTEPAO-Perayaan hari ulang tahun (HUT) Gereja  Injli di Indonesia (GIDI) ke-59 yang jatuh pada 12 Februari bagi  jemaat Wilayah Bogo terbilang istimewa.

Pasalnya di hari bersejarah itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja GIDI Jemaat Filadelfia Bolu Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Peletakan batu  pertama itu, dilakukan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak setelah terlebih dahulu dilakukan ibadah syukur, Jumat (12/2) lalu.

Peletakan batu juga dilakukan pelaku sejarah berdirinya Gereja GIDI Pendeta Daniel Payungallo, Penasehat GIDI Pendeta Keboba Wanimbo, Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Hengky Dani Yikwa dan Bupati terpilih Toraja Utara, Yohanes Bassang.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak mengatakan, kehadiran gereja GIDI yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gereja di Toraja, tidaklah salah.

Sebab, terdaftarnya gereja GIDI yang kala itu memiliki nama Gereja Injili Irian Barat di Kementerian Hukum pada waktu itu, tidak lepas dari peran seorang putra Toraja yakni Pendeta Daniel Payungallo yang menjadi sekretaris sementara yang bertugas menyiapkan administrasi surat menyurat, hingga akhirnya tiga pendeta masing-masing Yakob Baminggen, Keboba Wanimbo dan Parman mendaftarkan Gereja Injili Irian Barat di Kementerian Hukum pada tahun 1976.

FOTO BERSAMA: Bupati Ricky Ham Pagawak foto bersama dengan Bupati Torut, Kalatiku Paembonan, Bupati Terpilih Torut Yohanes Bassang, para Hamba Tuhan, anggota DPRD Mamteng dan pimpinan OPD usai peletakan batu pertama. ( FOTO:  Reis/Humas Mamteng)

“Apa yang ditaruh seorang anak Toraja, hari ini berbuah. Dimana gereja GIDI bisa hadir di Toraja. Dan itu dibuktikan dengan kehadiran Bupati Toraja Utara, Bupati Toraja Utara terpilih, dan orang tua yang pernah mengabdi lama di Pegunungan Papua, bapak Chris Lalo, dan anggota DPRD Toraja Utara Agus Parangan,” ujarnya.

“Kami juga berterima kasih karena kehadiran gereja GIDI di Toraja Utara ini juga dimotori pak Yusuf, seorang kepala tukang asal Toraja yang bekerja di Bokondini bersama keluarga. Bahkan adiknya kini menjadi Gembala di Jemaat Filadelfia,” tambahnya.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa hubungan yang sudah dibangun Tuhan pada waktu itu, kembali dibuktikan dengan hadirnya gereja GIDI di Toraja.

“Kami tidak pernah membayangkan, tapi karena pertolongan Tuhan, sehingga hari ini sudah laksanakan ibadah dan peletakan batu pertama pembangunan gereja GIDI Jemaat Filadelfia,” ujarnya.

Bupati RHP berharap Pemkab Toraja Utara melalui bupati dan bupati yang baru terpilih untuk bisa melihat keberadaan gereja GIDI di Toraja Utara termasuk gereja-gereja yang sudah ada terlebih dahulu untuk selalu bekerja sama.

Sementara Bupati Toraja Utara, Kalatiku Pambeonan mengatakan, kehadiran gereja GIDI di Toraja merupakan anugerah dari Tuhan.

“Karya anak-anak Toraja, ikut membentuk gereja di sana, dan datang lagi membangun gereja di sini. Ini menjadi suatu catatan baru pertama kali terjadi di Toraja, oleh karena itu menjadi catatan tonggak sejarah. Saya yakin ini rencana Tuhan untuk sesuatu yang baik bagi Toraja Utara. Ini juga merupakan buah-buah iman dari bupati dan seluruh jemaat yang ada di Mamberamo Tengah yang menghadirkan gerejanya di tempat ini,”ujarnya.

Pihaknya menyambut baik kehadiran gereja GIDI. Sebab daerah ini yang mayoritas penduduknya beragama Kristen sehingga disebut sebagai Yerusalem Baru.

“Tugas kami saat ini adalah, bagaimana memperkokoh keimanan didalam praktek, seperti yang disebut Yerusalem Baru itu, jangan dalam nama saja, tapi harus juga ditunjukan dengan perilaku,”ucapnya.

“Kehadiran GIDI di sini menyakinkan saya bahwa, itu bukti bahwa kesemarakan beriman di dalam Yesus itu akan lebih baik ke depan,”tambahnya.

Bagi Pambeonan, ini juga menjadi inspirasi, karena kehadiran gereja ini untuk selalu memperkokoh keimanan masyarakat. Itu juga merupakan yang menjadi landasan utama. (reis/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *