Seribuan Bhabinkamtibmas Dikerahkan untuk Penelusuran Kasus Covid-19

Apel kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19 di Taman Yos Soedarso Imbi Kota Jayapura, Kamis (11/2) lalu. (FOTO :Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Sebanyak 1.066 personel Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga tracer atau penelusuran kontak erat kasus Covid-19 di tengah masyarakat. Sementara program vaksinasi, Polda Papua juga menyiapkan sebanyak 299 tenaga kesehatan yang nantinya akan bertindak sebagai vaksinator Covid-19. 1000-an anggota Polda Papua ini akan tersebar di seluruh Papua .
Irwasda Polda Papua , selaku Kawasopsda Operasi Aman Nusa II Matoa 2021, Kombes. Pol. Alfred Papare mengatakan, hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan penyebaran Covid-19 melalui program vaksinasi, serta untuk melakukan penelusuran potensi penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.
Dijelaskan, pengerahan personel Bhabinkamtibmas sebagai tenaga tracer kasus Covid-19 merupakan kebijakan pimpinan Polri. Hal ini sebagai bentuk upaya percepatan dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia, meskipun ada kebijakan pembatasan aktivitas di tengah masyarakat, namun hal itu ternyata tidak berdampak signifikan terhadap laju peningkatan kasus Covid-19.
“Dengan adanya penelusuran kontak yang dilakukan oleh para Bhabinkamtibmas, diharapkan nantinya bisa menemukan lebih banyak lagi potensi kasus Covid-19 di tengah masyarakat. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan proses penangan medis lebih tepat, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” terang Alfred usai apel kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19 di Imbi, Kamis (11/2).
Lanjutnya, sebanyak 1.066 Bhabinkamtibmas akan dikerahkan untuk melakukan penelusuran potensi penyebaran Covid-19 dan selanjutnya 299 Tenaga Kesehatan akan diterjunkan sebagai tenaga Vaksinator Covid-19 yang nantinya akan membantu pemerintah daerah di 29 kabupaten kota se-Papua .
“Sebelum mereka diterjunkan ke lapangan, para tenaga tracer dan vaksinator Covid-19 akan dipersiapkan dengan lebih maksimal, agar mereka bisa bekerja dengan baik dan terhindar dari penyebaran Covid-19. Mereka juga akan dibekali dengan APD lengkap dan pengetahuan tentang standar prosedur dasar penanganan warga yang terindikasi terpapar Covis-19,” tutur Alfred.
Lanjutnya, sesuai dengan instruksi Kapolri. Sehingga pelaksanaan tracing kontak dan juga vaksinasi Covid-19 akan terus dimaksimalkan hingga pandemi Covid-19 benar-benar hilang, sehingga tidak menutup kemungkinan Polda Papua akan menambah tenaga tracer dan vaksinator Covid-19.
“Kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah serta dukungan dari TNI akan memaksimalkan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Papua , secara umum di Indonesia,” pungkasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *