Tangkap atau Ditindak Tegas Terukur Sesuai SOP

Kapolda  Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi PJU Polda Papua mengecek kondisi korban saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Timika, Rabu (10/2). ( foto: Humas Polda Papua for cepos)

Penembakan Sipil di Intan Jaya Kelompok Undius Kogoya

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebut, pelaku penembakan terhadap  warga sipil berinsial RNR (32) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Senin (8/2) dari kelompok Undius Kogoya.

Penyampaian Kapolda ini saat dirinya didampingi pejabat Utama Polda Papua mengecek kondisi korban saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Timika, Rabu (10/2).

“Identifikasi pelaku dari kelompok Undius Kogoya sudah kami dapatkan. Keterangan dari beberapa saksi bahwa mereka mengenal pelaku dan keseharianya tidak jauh dari rumah korban, tapi entah apa yang menyebabkan pelaku melakukan kekerasan kepada korban,” ucap Kapolda.

Lanjut Kapolda, modus pelaku yakni ketika pelaku datang, ingin menjual minyak tanah ke warung milik korban. Namun saat istri korban sedang menyiapkan jerigen tiba tiba terdengar suara tembakan senjata api, diduga jenis senjata api laras pendek.

Dengan adanya identifikasi atau identitas pelaku ini secara jelas pihaknya akan mempercepat upaya dari tim atau Satuan Tugas dalam rangka penindakan hukum, untuk mencari dan menangkap pelaku.

“Semoga cepat ditangkap, kalau perintah saya hanya 2 pilihan, tangkap kalau bisa ditangkap kalau tidak ditindak tegas terukur dengan SOP kita. Karena dia sudah melakukan kekerasan yang mengakibatkan keresahan bagi warga masyarakat di sekitar Kota Sugapa dan Kabupaten Intan Jaya pada umumnya,” tegas Kapolda.

Untuk kondisi korban, setelah dikonfirmasi oleh pihak dokter bahwa korban kondisi korban sudah lebih baik. Tidak ditemukan proyektil yang tersimpan di tubuh korban, sehingga memudahkan pihak dokter dalam penanganan medis.

“Terkait dengan kasus penembakan yang terjadi di Puncak Ilaga, motifnya sama seperti di Intan Jaya. Yang mana, kelompok tersebut sudah mulai kesulitan dari segi bahan makanan dan amunisi sehingga melakukan pergerakan perseorangan,” kata Kapolda.

Pihaknya akan mengambil langkah-langkah cepat untuk bagaimana menggerakan satuan di daerah teritorial baik di Polres Puncak dan Intan Jaya. Bahkan pihaknya akan tingkatkan razia dan operasi guna mempersempit ruang gerak kelompok tersebut.

“Saya prihatin dengan kejadian di Ilaga, apalagi korban berkerja sebagi tukang ojek yang mana jasanya cukup membantu masyarakat dalam berpergian jarak jauh di Puncak,” tutur Kapolda.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengaku situasi Intan Jaya pada umumnya kondusif. Dirinya sudah bertemu dengan warga dari dua desa yang saat ini masih mengungsi di halaman Pastoran Gereja Katolik.

“Kami memberikan pemahaman kepada mereka, kami juga sudah bicara degan pihak keamanan. Kamis (11/2) akan dilakukan pertemuan di Kantor Bupati,” ucap Bupati saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

 Untuk aktivitas pemerintahan sendiri pihaknya sudah mengeluarkan surat imbauan, minggu ini mereka sudah berada di Intan Jaya. “Masalah jaminan keamanan harus saman-sama kita bicarakan,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *