Sempat Tertutup Longsor, Jalan Poros Nafri-Koya Kembali Bisa Dilalui

Pohon besar yang tumbang akibat longsor di pinggir jalan poros Nafri-Koya Selasa (9/2) lalu. (FOTO :Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Jalan poros utama yang menghubungkan antara Abepura, Nafri, Koya dan Keerom sempat ditutupi oleh longsor berupa batu dan tanah didekat Kampung Nafri, Distrik Abepura Selasa (9/2) lalu.
Penyebab tertutupnya jalan utama ini lantaran hujan deras yang menggusuri Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom beberapa hari belakangan ini. Hal ini membuat tanah di pinggiran longsor dan menutupi jalan utama.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, Rabu (10/2) kemarin, terdapat pohon matoa berukuran besar tumbang disamping jalan, sehingga akarnya sedikit menutupi jalan raya. Tak hanya itu, hamparan batu dan tanah yang terlempar dan menutupi akses jalan yang baru saja selesai diperbaiki ini.
Longsor ini tak hanya mengakibatkan jalan tak bisa dilewati, tapi sarana lain seperti kabel internet yang melewati daerah tersebut rusak. Akibatnya para petugas dari Indihome langsung memperbaiki kabelnya.
Salah satu pengendara sepeda motor, Rais mengungkapkan bahwa dirinya selalu menggunakan jalan raya ini sebagai akses untuk berpergian dari Abepura ke Yoka. Namun, kemarin longsor tidak sempat melaluinya, sehingga memilih melewati jalan Hamadi-Holtekamp melalui Jembatan Youtefa.
“Sekarang sudah bisa dilalui, lantaran sudah dibersihkan batu dan tanah yang menutupi jalan raya,” katanya saat ditemui Cenderawasih Pos.
Rais berpesan kepada warga masyarakat untuk berhati-hati melalui jalan raya saat hujan seperti begini, karena bisa menyebabkan longsor dan sangat berbahaya bagi keselamatan para pengguna kendaraan di jalan raya.
Senada dengan itu, salah satu pengendara sepeda motor, Raimon menyampaikan, saat ini akses jalan raya sudah bisa dilalui. Namun, dirinya berharap bisa segera dibersihkan pohon yang tumbang dan longsor yang masih ada di bahu jalan, sehingga akses kendaraan bisa melaluinya. “Saat ini jalan raya sudah bisa dilalui. Kami harapkan bisa dibersihkan tanah longsor dan pohon yang tumbang, sehingga kendaraan bisa berlalulalang seperti biasanya,” harapnya. Dari pantauan Cenderawasih Pos juga terlihat alat berat excavator sedang mengangkut tanah batu betu yang masih terlihat di bahu jalan raya tersebut. (bet/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *