Selamatkan Aset, UPBU Wamena Gandeng Kejari

Penandatanganan kerjasama bidang hukum perdata Tata Usaha Negara antara Kepala UPBU Kelas I Wamena Faisal Marasabessy dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Dr. Andre Abraham SH, LLM di Ruang Rapat Kantor UPBU Wamena Rabu (10/2).Foto :Denny/ Cepos)

WAMENA-Untuk penyelamatan aset, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A Wamena dalam mengembangkan landasan pacu yang selama ini masih dikuasai oleh pihak ke III, maka dilakukan penandatanganan kerjasama bidang hukum perdata tata usaha negara dengan Kejaksaan Negeri Jayawijaya, selaku Jaksa Pengacara Negara.
Kepala UPBU Kelas I A Wamena Faisal Marasabessy mengakui bahwa maksud dan tujuan dari penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Jayawijaya dalam rangka mendapat bantuan hukum dalam penyelesaikan masalah aset tanah di wilayah Bandara Wamena dalam hal pengembangan bandara udara ini.
“Kerjasama ini telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu, dan untuk saat ini dilanjutkan kembali dengan harapan adanya kerjasama ini ada hal -hal yang terkait dengan masalah Perdata TataUsaha negara bisa dibantu oleh Kejari Jayawijaya,”ungkapnya usai melakukan penandatanganan kerjasama di ruang rapat Kantor UPBU Kelas I wamena Rabu (10/2) kemarin.
Terkait dengan masalah tanah untuk mengembangkan bandara Wamena, Kata Faisal, untuk penyelesaian lahan ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Pemda Jayawijaya. Pihaknya masih menunggu, karena sampai saat ini dari informasi yang didapatkan masih dilakukan koordinasi antara Pemda Jayawijaya dan Masyarakat pemilik hak ulayat.
“Seandainya pembahasan ini sudah selesai nanti dari Pemda Jayawijaya akan menyerahkan lahan tersebut kepada pihak Bandara dan kami akan tindak lanjuti meningkatkan bandara udara Wamena, untuk aset yang lain tidak ada masalah hanya tanah saja yang masih bermasalah,”katanya.
Di tempat yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya DR, Andre Abraham, kerjasama sudah dilakukan selama ini sejak tahun 2019 yang berlaku selama setahun, namun di tahun 2020 sudah selesai, namun sekarang baru bisa diperperpanjang lagi Februari 2021, untuk kerjasama yang sekarang diharapkan lebih intens dari yang sebelumnya.
“ ditahun lalu 2020 lalu belum ada surat kuasa khusus yang diterbitkan UPBU Wamena untuk menindak lanjuti MoU ini, namun ada beberapa hal termasuk penyelamatan aset yang dikuasai oleh pihak ketiga yang tidak mempunyai hak ini yang menjadi tujuan utama dari kerjasama dengan Kejaksaan,”bebernya.
Andre Abraham menyatakan dari kerjasama ini , pihaknya akan memperjuangkan mengembalikan aset -aset dari UPBU Kelas I wamena yang masih dikuasai pihak ketiga, demi pembangunan bandara yang lebih baik lagi di wamena.
Ia juga menyatakan aset-aset ini adalah milik negara, kalau ada pihak yang mengusaai sebenarnya bisa beralih ke tindak pidana korupsi, tetapi itu di bidang lain dan sekarang ada dalam bidang perdata Tata usaha Negara.
“Mungkin bulan depan kita akan mulai tindak lanjuti dengan UPBU Wamena usai surat Kuasa Khusus itu diterbitkan dan diserahkan kepada kita Kejaksaan Negeri Jayawijaya,”tutupnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *