Mantan Kepala Kampung Umanderu Divonis 7 Tahun Penjara

Kejari Merauke Nyatakan Banding

MERAUKE-Mantan Kepala Kampung Umanderu pada Distrik Kimaam Vincentius Gidu Awi alias Vincentius Awi (56), akhirnya divonis selama 7 tahun denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jayapura. Putusan itu dibacakan pada Senin (8/2).
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH melalui Kasi Intel Eko Muryanto, SH, dikonfirmasi Rabu kemarin mengungkapkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jayapura menjatuhkan hukuman selama 7 tahun penjara, denda 300 juta subsidair 3 bulan kurungan.
Putusan lainnya membayar uang pengganti sebesar Rp 1,8 miliar lebih dan apabila tidak memiliki uang, maka harta terdakwa disita. Namun jika tidak memiliki harta, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.
Putusan ini lebih rendah selama 1 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa sebelumnya selama 8 tahun penjara denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan. Kemudian uang pengganti sebesar Rp 1,8 miliar dan bila tidak memiliki harta, maka diganti dengan pidana selama 1 tahun penjara.
Menurut Eko Nuryanto bahwa Majelis Hakim Tipikor membuktikan Subsidair Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) membuktikan Primer Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 65 KUHP. Atas putusan tersebut, lanjut Eko Nuryanto, pihaknya mengajukan banding atas putusan tersebut.
“Mengapa kita mengajukan banding karena penerapan pasal yang berbeda. Kami jaksa penuntut umum berdasarkan fakta persidangan membuktikan Pasal 2 UU Pemberantasan Tipikor tersebut, sedangkan Majelis Hakim Tipikor membuktikan subsidair Pasal 3 UU UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut,” katanya.
Eko Nuryanto menyebut, jika banding sudah dinyatakan sejak Selasa (9/2). “Selasa kemarin, kami sudah nyatakan banding atas putusan tersebut,” pungkasnya. (ulo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *