Divaksin atau Tidak, Tergantung Hasil Screening

dr. Willy Mambieuw Sp.B ( foto: Denny/ Cepos)

WAMENA – Menjelang pelaksanaan Pencanangan Vaksin Covid -19 di Jayawijaya yang dijadwalkan Kamis (11/2) , Kepala Dinas Kesehatan dr Willy Mambieuw, Sp.B memastikan dari 600-an tenaga kesehatan di rumah sakit maupun di Puskesmas, tidak semuanya bakal mendapatkan suntikan vaksin Sinovac.

  Menurut  penyuntikan itu hanya diperuntukan kepada tenaga nakes  yang hasil screeningnya baik  dan kondisi tubuhnya dipastikan bisa menerima vaksin itu pada saat pelaksanaan pencanangan.

  “Memang semua tenaga nakes itu wajib untuk menerima vaksin, namun kita juga melihat kondisi kesehatannya. Hanya mereka yang hasil screening-nya baik yang bisa divaksin, bagi yang belum baik atau ada penyakit bawaan, mungkin harus menjalani pengobatan dulu, barulah bisa diberikan vaksinasi,”ungkapnya Rabu (10/2) kemarin.

  Menurutnya, untuk tenaga vaksinator yang disiapkan khusus untuk RSUD Wamena ada 10 orang dan untuk puskesmas induk yang ada 14 unit masing -masing 5 orang, sehingga semuanya ada 70 orang, ini belum termasuk petugas puskesmas pemekaran yang diikutkan dalam pelatihan  vaksinasi kemarin.

    “Jadi petugas dari Puskesmas yang sudah diregistrasi di kementerian maupun puskesmas pemekaran semuanya kita latih untuk menjadi vaksinator, walaupun tidak sebanyak seperti di RSUD, namun tenaga kesehatannya ada,” jelas dr. Willy.

   Kata Kadinkes, data tenaga nakes yang sudah terinput dalam aplikasi bisa dilihat pada Deksport Provinsi , Kabupaten untuk nantinya diketahui tenaga nakes yang sudah divaksin itu berapa banyak, disitu ada persentase.

  “Kita akan laporkan kepada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati, sekaligus , beliau yang akan mengundang 10 pejabat yang dinyatakan layak untuk menerima vaksin Covid -19,”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *