Wajib, Travel Wisata Haji Miliki Kantor Cabang di Kota Jayapura

Kakemenag  Kota Jayapura Abdul Hafid Jusuf memberikan materi kepada travel wisata haji dan umrah  Kota Jayapura dan KBHU Kota Jayapura dalam sosialisasi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan haji dan umrah  di aula Kemenag Kota Jayapura, Rabu (10/2)kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-   Kepala Kementerian  Agama  (Kakemenag) Kota Jayapura H. Abdul Hafid Jusuf mengatakan, setiap usaha wisata travel ibadah haji dan umrah  serta Kelompok Bimbingan Haji  Umrah  (KBHU) di Kota Jayapura harus memiliki surat izin khusus yang diurus di Kemenag Kota Jayapura .

Untuk merealisasikan aturan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan haji dan umrah  maka Kemenag Kota Jayapura telah memberikan sosialisasi tentang penyelenggaraan haji dan umrah  sesuai aturan Kemenag RI kepada pemilik/ pengelola usaha wisata travel haji dan umrah  serta KBHU Kota Jayapura, di aula Kemenag Kota Jayapura, Rabu (10/2)kemarin.

  Dijelaskan, pemberangkatan jamaah ibadah haji dan umrah  menggunakan jasa travel wisata yang berasal dari luar Kota Jayapura, maka travel tersebut  wajib memiliki kantor cabang di Kota Jayapura jika tidak Kemenag tidak akan memberikan surat rekomendasi untuk pembuatan paspor.

  “ Hal ini wajib dilakukan sesuai dengan aturan dari pemerintah supaya tingkat pelayanan travel tersebut lebih maksimal dan bagi calon jamaah yang mau diberangkatkan yang domisilinya di daerah itu jika ada komplain bisa langsung mendatangi kantor cabang travel tersebut,’’jelasnya.

Diakui, selain itu, kenapa travel wisata haji dan umrah  harus membuat kantor cabang dimana ia membuka usaha ditempat itu, supaya memberikan kontribusi pajak daerah kepada pemerintah daerah di situ seperti di Kota Jayapura, nantinya ada PAD yang didapatkan dan dari aspek operasional dari kegiatan travel wisata ini juga ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata setempat.

  Ditempat sama Kasie ibadah haji dan Umrah  Kemenag Kota Jayapura H. Gani, S.Pdi., M.Pd, mengungkapkan, potensi umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah  dengan menggunakan usaha travel di Kota Jayapura cukup tinggi, sehingga adanya sosialisasi ini sangat penting, supaya memberikan jaminan pelayanan bagi calon jamaah haji dan umrah .

  Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji Papua sekaligus Ketua Kelompok Bimbingan ibadah Haji Miftahul Jannah Kota Jayapura  KH. Amirudin Sabil mengaku, sosialisasi ini sangat penting dan bermanfaat baik untuk travel wisata ibadah haji dan umrah  maupun dirinya, karena bisa membuka cakrawala dan ilmu pengetahuan tentang UU  Peraturan Menteri Agama RI tentang penyelenggaran haji dan umrah .

Pembimbing Travel wisata haji dan umrah  PT. Armina Rekaperdana Papua di Kota Jayapura Hj. Megawati mengaku, adanya sosialisasi ini pihaknya sangat terbantu karena dalam aturan dari Kemenag setiap mau memberangkatkan jamaah umrah  harus memiliki surat izin usaha khusus travel.

  “Dari Kemenag dan Kanwil Kemenag juga sudah memberikan kemudahan sehingga ini memberikan peluang dari travel dari luar yang mau membuka cabang di daerah itu, dan ini juga memudahkan jamaah yang mau mendaftar atau berangkat dipermudah, karena ada kerjasama langsung dari Kemenag dan travel tersebut baik dalam pembuatan paspor dan segi pemberangkatan dari tempat tujuan ke Arab Saudi dan juga menghindari travel tidak resmi,’’jelasnya(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *