Tahun ini Tahun Kerja Keras, Tak Boleh Kalah dengan Kondisi yang Ada

Teddy Wandianto ( foto: Yohana/cepos)

Bincang-bincang dengan  Ketua Yayasan Buddha Darma Jayapura Teddy Wandianto

Perayaan Tahun Baru China atau yang lebih familiar dengan Imlek, kali ini tidak dapat dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya mengingat situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Lantas Apa yang diperlukan dalam menghadapi Tahun Kerbau Logam?

Laporan: Yohana

Tahun Baru China yang tepatnya akan dirayakan pada 12 Februari 2021, nampak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan dampak covid-19 yang masih menjadi kendala di seluruh dunia.

Perayaan imlek di Tahun 2021 yang merupakan, shio Kerbau Logam yang akan dimuali pada 12 Februari 2021 – 31 Januari 2022, kerbau sendiri merupakan shio kedua dari dua belas zodiak yaitu Tikus, Kerbau, Kambing, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam Jago, Anjing dan Babi.

Setelah melewati tahun 2020 dengan shio Tikus Logam ditengah pandemi covid-19, nampaknya kondisi yang sama akan dilalui dengan Kerbau Logam, namun jika dilihat tahun ini membutuhkan ekstra kerja keras, seperti kerbau yang merupakan binatang pekerja keras.

Jika ditahun-tahun sebelumnya perayaan Imlek dapat dilakukan dengan meriah, nampaknya ditahun ini semua tradisi dan kemeriaan Imlek nyaris tidak akan dilakukan, mengingat situasi dan kondisi saat ini.

Seperti yang diungkapkan,  Ketua Yayasan Buddha Darma di Jayapura Teddy Wandianto menjelaskan,  biasanya memasuki Tahun Baru China pastinya disambut dengan berbagai tradisi, baik itu tradisi kunjung- mengujungi keluarga, pertunjukan barongsai, sampai dengan perayaan cap go meh tahun ini tidak dapat dialkukan, akibat dampak Cocid-19.

“Pengaruh covid-19 hampir mempengaruhi seluruh dunia, sebagai warga Tionghoa, perantauan yang berada di Kota Jayapura, pastinya setiap  perantauan akan bersama-sama merayakan Imlek, yang mana harapan kita setiap tahun baru selalu membawa harapan baru,” ungkap Teddy kepada Cenderawasih Pos, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/2) kemarin.

Namun, dampak covid-19, semua perayaan dan tradisi yang seharusnya dilakukan pada momen Imlek, tidak dapat dilakukan, harapan tetap menjadi harapan, pastinya semua harapan harus tetap dilaksanakan, tidak boleh kalah dengan kondisi yang ada.

Imlek di Tahun 2021, yang dilambangkan dengan Kerbau Logam, yaitu kerbau merupakan binatang pekerja keras, tidak sama seperti Harimau, Anjing, Kambing dan sebagainya.

Sehingga di tahun 2021 ini kita belum bisa untuk bersantai-santai, kita perlu bekerja keras baik dalam hal menangani covid-19, saling menjaga diri masing-masing, dan juga tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun dengan kegembiraan harus dihentikan sementara.

“Imlek sendiri diperingati di Tiongkok yang merupakan musim semi, imlek adalah penanggalan bulan yang  selalu diperingati dengan meriah, namun di tahun ini, segala budaya seperti halnya barongsai, aktivitas kunjungan kerabat dan juga budaya cap go meh tahun ini ditiadakan,” terangnya.

Meski semua tradisi budaya ditiadakan selama perayaan Imlek, namun hal tersebut tidak akan mengurangi makna dari Imlek itu sendiri, meski tidak bisa bertemu secara langsung untuk mengucapkan selamat dan sebagainya melalui tatap muka bersama, perayaan imlek masih bisa dilakukan dengan aplikasi zoom, melalui telepon, melalui pesan singkat.

Dan yang paling ditunggu-tungu bagi anak muda, setiap kali perayaan Imlek yaitu mendapat angpau, yang mana tradisi ini masih bisa dilakukan dengan metode yang lebih canggih kali ini yaitu bisa melalu transfer antar bang maupun melalui aplikasi lainnya.

“Jadi bagi perayaan Imlek tahun ini, memang kami masih bisa menghias rumah dengan lampion masih bisa makan malam di keluarga masing-masing sambil menunyongsong Imlek, serta masih bisa memberikan angpau bagi anak-anak kita melalui transfer dan sebagainya,” jelasnya.

Dirinya mengimbau sebagai warga Tionghoa harus selalu menjaga protokol kesehatan dengan cara pakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Di tengah pandemi covid-19 ini, kita tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang dapat membahayakan jiwa kita.

“Untuk perayaan Imlek sendiri, tidak berhubungan dengan agama, sehingga keturunan warga Tionghoa yang beragama Kristen, Islam, Budha, Hindu, kita semua bisa merayakan Imlek karena Imlek adalah tradisi yang selalu dirayakan oleh warga keturunan Tionghua,” jelasnya.

Perayaan Imlek juga bertujuan untuk mempererat talih silahturahmi keluarga, yang mana keluarga adalah prioritas, kemudain dilanjutkan dengan membahagiakan orang-orang yang berada disekitar kita. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *