Pencanangan Vaksin Covid -19, Ini Orang Pertama Divaksin di Lapago

DIVAKSIN:Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH, M.Hum yang mendapat giliran pertama untuk disuntik vaksin Sinovac usai mencanangkan dimulainya Vaksinasi Covid -19 di RSUD Wamena, Kamis (11/2). (FOTO: Denny/ ceposonline)

WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi,SH, M.Hum menjadi orang pertama di wilayah Lapago yang mendapatkan vaksin Covid -19 usai dicanangkan Pemda Jayawijaya di RSUD Wamena, Kamis (11/2)
Tak ada efek apapun yang dirasakan oleh Wabup Marthin Yogobi usai divaksin. Bahkan setelah 30 menit, Wabup langsung berjalan kaki sejauh 200 meter dari rumah sakit hingga ke halaman Gereja Khatolik Kristus Jaya Wamena.
Usai mendapatkan suntikan vaksin, Wabup Marthin Yogobi menyatakan jika Pemkab Jayawijaya malai melakukan vaksinasi terhadap beberapa pejabat Forkopimda dan kepala OPD, tenaga kesehatan (nakes) serta tokoh masyarakat dan agama. Dimana vaksin ini mulai dicanangkan untuk disuntikan untuk menjaga sistem imun (kekebalan tubuh) dari masyarakat terhadap ancaman virus Covid -19.
“Sebagai orang pertama di kawasan Lapago yang mendapat suntikan vaksin tersebut, saya harap masyarakat bisa mengikuti vaksinasi. Karena tidak ada efek samping yang dirasakan,”ungkapnya Kamis (11/2).
Yogobi menjelaskan jika vaksin ini bukan merupakan kewajiban, tapi itu merupakan hak setiap warga negara untuk mendapatkan layanan kesehatan. Untuk itu pemerintah daerah harus menjadi contoh agar warga di Jayawijaya bisa mengikuti vaksinasi guna menekan laju angka penyebaran Covid -19.
“Vaksin ini sangat penting untuk menambah imun dari berbagai macam serangan virus termasuk Covid -19 ini. Kami berharap setelah vaksinasi ini dicanangkan akan diikuti oleh seluruh masyarakat di Jayawijaya,” pintanya.
Vaksin Sinovac yang disuntikan menurut Marthin Yogobi, tidak langsung disuntikan begitu saja kepada masyarakat. Ini pemahaman yang perlu diluruskan. Sebab sebelum divaksin, harus melalui tahapan pemeriksaan diri untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan atau tidak. Apabila tidak ada, warga tersebut baru layak untuk mendapatkan vaksin.
“Kalau masih ada penyakit bawaan pasti dokter akan menyarankan untuk mendapat pengobatan lebih dulu sehingga pemberian vaksin akan ditunda dulu sementara waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan mungkin untuk Wilayah Lapago, Kabupaten Jayawijaya yang pertama melakukan pencanangan Vaksin Covid -19.
Bahkan ini menjadi contoh bagi masyarakat Jayawijaya bahwa vaksin itu aman. Karena usai mendapat suntikan ia diwajibkan istirahat 30 menit dan tidak ada reaksi apapun dan biasa saja dan tidak ada reaksi yang mengkhawatirkan.
“Saya sampaikan jika vaksin ini aman dan diharapkan masyarakat Jayawijaya serta masyarakat di wilayah Lapago dalam rangka perlindungan diri mari untuk melakukan vaksinasi diri sendiri,”tutupnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *