Perubahan Besar Sistem Kerja, Ditandai Pencanangan Zona Integritas

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya DR. Andre Abraham SH, LLM saat menandatangani Zona Integritas WBK dan WBBM  di Kantor Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Selasa (9/2) kemarin. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Kejaksaan Negeri Jayawijaya kini menuju pada Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM) usai dilakukan pencanangan zona integritas oleh kepala Kejaksaan Negeri jayawijaya DR. Andre Abraham, SH. LLM, Selasa (9/2). Dimana ini merupakan bentuk perubahan besar -besaran dalam wilayah kerjanya yang meliputi 8 Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua (Lapago).

   Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Jayawijaya  DR. Andre Abraham, SH. LLM mengungkapkan bahwa pencanangan zona integritas ini, pada intinya adalah bentuk komitmen untuk melakukan perubahan besar -besaran dalam sistem dan mekanisme kerja di lingkungan kerja yang luas.

  “Kami sepakat untuk menciptakan kantor Kejaksaan Negeri Jayawijaya yang modern, artinya walaupun kita berada di Indonesia bagian timur atau pegunungan tengah Papua, kita bisa menciptakan sistem kerja yang menggunakan teknologi atau IT dan tidak kalah dengan kantor yang ada di Indonesia bagian barat dan pulau Jawa,”ungkapnya Selasa (9/2) kemarin.

   Untuk penerapan berikutnya Share To the Point, artinya Kejari Jayawijaya tidak lagi menerapkan birokrasi yang terlalu bertele –tele, sehingga pelayanan publik dapat diselesaikan dengan segera. Masyarakat bisa terlayani dengan segera, dan tidak ada birokrasi yang melewati beberapa meja dan tanda tangan tetapi harus langsung pada tujuan dan harus selesai pada hari itu juga.

  “Untuk Out Of the Book, artinya kami akan melakukan inovasi -inovasi yang mulai hari ini mencoba menggunakan teknologi yang ada untuk inovasi baru, sehingga ada jaksa yang punya jam terbang tinggi dan profesional sehingga bisa membentuk kejaksaan Negeri Jayawijaya yang berinovasi,”kata Andre Abraham.

   Kejari Jayawijaya mengaku wilayah hukumnya di Pegunungan tengah Papua meliputi 8 Kabupaten namun ia akan menjadikan kelemahan dan keterbatasan ini sebagai kekuatan, karena dengan katerbatasan ini kalau bisa dijadikan inovasi baru, memanfaatkan teknologi yang ada dapat menjadi kelebihan baginya.

  Ia juga menyebutkan dalam Pencanangan WBK dan WBBM ini ada 6 faktor pengungkit yang akan dibangun dan dituangkan dalam surat keputusan Kajari Jayawijaya. Dimana ketuanya adalah Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) dan juga ada koordinator -koordinator dari faktor -faktor Pengungkit itu,  sehingga tim yang dibentuk ini akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan zona integritas ini.

  “Nantinya yang akan diraih adalah wilayah bebas korupsi yang dinilai oleh Kejaksaan Agung di Jakarta dan Menpan, kami  berupaya dengan tim ini bisa menciptakan wilayah bebas korupsi di Jayawijaya, karena di Papua pada umumnya hanya Kabupaten Merauke yang meraih WBK di tahun 2020, kami akan berupaya agar di tahun 2021 Kejari Jayawijaya juga meraih predikat WBK,”tutup Andre Abraham. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *