Kampus Mengajar, Bisa Dikonversi 12 SKS hingga Dapat Jatah Rp 2,4 Juta

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim JAWAPOS

Bantu Proses PJJ di daerah-daerah

JAKARTA, Jawa Pos – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan program kampus mengajar kemarin (9/2). Ditargetkan, 15 ribu mahasiswa akan mengikuti program mengajar di satuan pendidikan tingkat dasar ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menuturkan, ada dua tujuan dari diluncurkannya program ini. Yakni, untuk menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi. Kemudian, membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T.

“Tantangan yang kita hadapi sangatlah besar pada masa pandemi ini, khususnya bagi adik-adik kita yang duduk di bangku Sekolah Dasar,” ujarnya dalam webinar kemarin (9/2).

Ia berharap, para mahasiswa mau berkontribusi untuk membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan. Mau berkreasi selama dua belas minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar, terutama yang berada di daerah 3T. ”Sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial adik-adik,” ungkapnya.

Nadiem meminta, dengan diluncurkannya program ini maka pihak perguruan tinggi dan dosen mau mendukung mahasiswanya mengikuti program ini. salah satunya, mempermudah konversi satuan kredit semester (SKS) karena program ini merupakan bagian dari Kampus Merdeka di mana ada hak mahasiswa untuk belajar di luar kampus atau prodinya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam menambahkan, pada program Kampus Mengajar ini mahasiswa juga akan mendapatkan sejumlah manfaat. Selain mengasah kemampuannya di lapangan, mahasiswa juga akan mendapat bantuan pendidikan dari LPDP.

”Bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan dan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 2,4 juta. Besarnya tergantung uang kuliah di masing-masing perguruan tinggi,” jelasnya.

Mengenai penyetaraan dengan SKS, Nizam mengungkapkan, bahwa kegiatan mengajar ini bila dikonversikan bisa setara dengan 12 SKS. Sebab nantinya, setiap hari, mahasiswa yang mengikuti program ini akan diwajibkan mengajar selama enam jam sehari.

”Para mahasiswa akan membantu para guru SD dalam memberikan pembelajaran kepada para siswa, baik PJJ ataupun model  campuran,” ungkap Nizam.

Program ini, lanjut dia, akan mulai berjalan pada 22 Maret hingga 25 juni 2021. Kemudian, mahasiswa akan mulai ditarik pada 26 Juni 2021. Setelahnya, SKS-nya akan diakui.

Nah, dalam kaitannya dengan pandemi Covid-19, Nizam menekankan bahwa program kampus mengajar ini akan lebih mengedepankan mahasiswa-mahasiswa yang berdomisili dekat dengan SD sasaran. Dengan begitu, program ini tidak akan menyebabkan terjadinya mobilisasi mahasiswa. ”Mahasiswa juga diharapkan nantinya menjadi duta edukasi perubahan perilaku, khususnya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.” Sambungnya.

Nizam menambahkan, selain mahasiswa dan siswa, kampus juga akan mendapat keuntungan dari program ini. perguruan tinggi akan mendapat dukungan untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU), yaitu banyaknya jumlah mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kampus. Selain itu, perguruan tinggi swasta (PTS) tidak perlu khawatir akan kehilangan pemasukan karena PTS akan tetap dapat memberlakukan uang kuliah semesternya. ”Untuk para dosen yang mendaftar dan terpilih sebagai dosen pembimbing, akan mendapat insentif dan sertifikat pembimbing kegiatan,” jelas Guru Besar UGM tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri menyampaikan, agar para kepala dinas dapat menerima mahasiswa di satuan pendidikan yang  berada di bawah kewenangannya, dengan memberikan bimbingan dan bantuan supaya mereka lancar menjalankan misinya. Jumeri berharap agar kehadiran para mahasiswa dapat dioptimalkan sebaik mungkin kebermanfaatannya. ”Supaya para mahasiswa ini dapat menjadi partner diskusi, brainstorming, problem solving dan motivator bagi para guru maupun siswa,” tuturnya.

Bagi mahasiswa dan dosen yang ingin bergabung dalam program Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021 bisa mengakses laman http://ringkas.kemdikbud.go.id/KampusMengajar2021. akan ada proses seleksi yang bakal diumumkan hasilnya di pertengahan Maret. Untuk mahasiswa yang lolos bakal diberikan pembekalan agar siap menjalankan tugas mulai 22 Maret mendatang. (mia/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *