Dampak Banjir di Koya, Wawali Minta Dilakukan Perbaikan Drainase

Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., didampingi Kepala BPBD Kota Jayapura Bernad J Lamia mengecek lokasi banjir di SMPN 14 Jayapura di Koya Koso, Selasa (9/2) lalu. ( FOTO: Humas Pemkot For Cepos)

JAYAPURA-Akibat hujan deras yang terjadi di wilayah Kota Jayapura dari malam hingga subuh menyebabkan sebagian daerah di Kota mengalami banjir salah satunya di SMPN 14 Jayapura dan SD Koya Koso, Distrik Muara Tami, Sehingga, hari Selasa (9/2)kemarin, Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., telah mengunjungi lokasi banjir tersebut.

Wakil Wali Kota mengatakan, di SD Koya Koso dan SMPN 14 Koya Koso, Distrik Muara Tami mengalami banjir akibat hujan deras sekitar 75 CM di atas lantai bangunan sekolah tersebut dan merendam dibeberapa titik di ruang kelas dan ruangan lainnya.

Namun ini berlangsung  hanya 2 jam kemudian air langsung surut kembali, untuk itu, Wawali sudah lakukan komunikasi dengan Kepala  BPBD Kota Jayapura Bernard J. Lamia yang juga ikut di TKP termasuk Balai Wilayah Sungai Papua Dinas PUPR PKP Kota Jayapura dan Dinas P &K  Kota Jayapura membuat tanggul disepanjang samping pagar sekolah untuk membentengi air jika ada banjir tidak masuk ke lingkungan sekolah ini sudah dimintakan kepada BWS Papua untuk membuat drainase dan memasang tanggul pengamanan dari tanah supaya tidak ada air masuk saat terjadi hujan.

“Untuk kedepannya karena air masuk di dua titik satu di sisi depan pintu masuk sekolah sudah dilakukan penanganan dan kedua air masuk dari belakang pagar karena roboh, maka saya minta Dinas P& K dan PUPR PKP Kota Jayapura untuk mendata menghitung konstruksi pembuatan pagar itu nanti kita akan usulkan di tahun 2022, tapi untuk saat ini kita akan usulkan dana tak terduga untuk penanganan pagar pondasi membendung air masuk mudah-mudahan bisa dilaksanakan,’’ungkapnya.

Kemudian Wawali juga minta dari Pemerintahan Kampung bisa mengalihkan sebagian dana kampung untuk mengeruk sungai di samping sekolah sehingga ketika hujan datang airnya meluap tidak masuk sekolah.

“Saya minta pihak sekolah, pemerintah kampung dan masyarakat bisa saling membantu jika kedepan dilakukan pengerjaan tidak ada yang menghambat dan pekerjaan bisa berjalan dengan lancar tidak ada hambatan sehingga tidak ada masalah lagi dalam penanganan banjir di sini,’’jelasnya.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *