Sejumlah Komoditi Bisa Dikirim Lewat Tol Laut

Pengiriman perdana beras Merauke oleh Bulog lewat Tol Laut menuju Pelabuhan Kontainer, Depapre, Kabupaten Jayapura bebera waktu lalu. (FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Selain beras  yang menjadi andalan untuk dikirim keluar Merauke  dengan menggunakan tol laut baik ke Surabaya maupun di lintasan Papua sampai di Jayapura, juga  sejumlah komoditi hasil bumi lainnya dapat dikirim.

    Kepala Bagian  (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Merauke Drs. Muh. Imam Santoso ditemui  mengungkapkan, selain  beras tersebut, juga ada ikan,  daging,  kelapa bulat, kopra, dan potensi lainnya.  Untuk Kopra, lanjut dia, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan salah satu pengusaha dari Surabaya. Namun kopra yang dimaksud adalah kopra putih  yang memiliki nilai ekspor ke India.

Drs. Muh. Imam Santoso

  “Mudah-mudahan tahun ini kita bisa  menandatangani MoU dengan pengusaha tersebut dengan BUMD yang kita miliki,’’ katanya.

   Dijelaskan, bahwa untuk kopra putih   ini potensinya sangat besar di Merauke. Karena hampir seluruh kampung lokal,  pohon kelapa ini ada. Hanya saja, lanjutnya, selama ini  belum dikelola secara maksimal.  Untuk mendapatkan kopra putih ini, terang dia, harus dicampur dengan bahan kimia tertentu yang tentunya  dalam standar kesehatan.

  Sementara  untuk beras sendiri, yang telah dikirim BUMD Aneka Usaha, menurut  Imam Santoso diperkirakan  sudah 10 kontainer telah dikirim ke Surabaya. ‘’Itu belum termasuk pengusaha lainnya yang  mengirim lewat tol laut. Sedangkan  untuk  tol laut  melintasi Papua sampai ke Jayapura, yang sudah dikirim  adalah beras oleh Bulog sebanyak 500 ton belum lama  ini.

   “Kita juga ada komoditi lainnya seperti kulit gambir dan sejumlah  komoditi lainya berbasis ekspor seperti kayu gaharu,’’ terangnya.

  Dengan adanya  tol laut tersebut, jelas Imam Santoso tentu sangat membantu petani dalam menggerakan  roda ekonomi masyarakat. ‘’Misalnya beras yang tahun kemarin sulit pemasaran. Tapi dengan adanya tol laut yang biayanya terjangkau  tersebut, tentu petani akan diuntungkan. Karena beras petani akan terserap untuk dapat  dikirim. Dan sekarang bukan hanya lewat  tol laut  tapi juga sekarang  ada penerbangan perintis dari Merauke ke Pegunungan Bintang,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *