Pemprov Papua Jajaki Pengadaan GeNose C19

BTM Dukung Jika di Kota Jayapura Ada  GeNose C19

JAYAPURA- Gadjah Mada Nose C19 atau yang dikenal dengan nama GeNose C19 mendadak viral di Indonesia sebagai alat yang diinovasi Universitas Gadjah Mada dalam screening Covid-19 dengan hanya melalui sampel nafas.

Screening yang tergolong mudah, cepat, ditambah tingkat akurasi yang tinggi, sehingga mulai digunakan di fasilitas umum di Jakarta, seperti terminal maupun stasiun.

Di Papua sendiri, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad, menyebutkan bahwa pihaknya baru sekadar menjajaki pengadaan GeNose C19 tersebut. Namun, diakuinya bahwa alat tersebut masih tergolong baru diproduksi dan dalam jumlah yang terbatas.

“Memang di berbagai tempat di Jawa sudah dipakai. Berdasarkan informasi yang kita dapat, tingkat akurasinya itu sudah 95 persen lebih. Itu artinya barang ini cukup bagus dan cepat. Kita sudah menjajaki itu, tapi ini baru diproduksi dan terbatas. Jadi, sementara ini masih di tempat-tempat umum, seperti di stasiun kereta,” jelas Muhammad Musa’ad kepada Cenderawasih Pos, Senin (8/2) kemarin.

Pihaknya saat ini masih menaruh perhatian penuh terhadap program vaksinasi. Pasalnya, sejak launching vaksin perdana dilakukan, hingga kini cakupan vaksinasi di Papua dinilai masih jauh dari harapan.

“Kita sedang konsolidasi untuk vaksin. Besok (hari ini) kita mau rapat soal vaksin. Karena target kita untuk tenaga medis ini masih belum optimal. Itu yang ingin kita tahu penyebabnya. Tapi semua ini berjalan secara simultan, yakni pencegahan melalui vaksin maupun melalui protokol kesehatan,” ujarnya.

“Disamping  itu, kita juga manage rumah sakit dalam hal pelayanan dan fasilitas dalam penanganan Covid-19. Tapi yang paling pokok, kesadaran masyarakat. Jadi, edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat untuk mau divaksin dan mau terapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., menyambut baik dengan adanya alat tes Covid-19 melalui alat GeNose C19.

“Saya sangat setuju kalau ada GeNose untuk mendeteksi virus Corona dari hembusan nafas. Nanti Satgas Covid-19 Kota Jayapura akan
menyurati untuk melakukan pengadaan kepada Pemkot Jayapura dengan biaya begitu murah dan cepat kepada masyarakat,’’katanya.
Dijelaskan, memang saat ini untuk pemeriksaan Covid-19 dilakukan dengan swab antigen memang waktunya cukup cepat, hanya saja memang
membutuhkan biaya tidak murah dan cukup sakit. Namun dengan adanya GeNose tentu sangat membantu masyarakat kecil dan tidak perlu sakit
lagi, karena tidak ditusuk-tusuk di lubang hidung.
Ditanya soal kenapa saat ini kasus Covid-19 terus meningkat di Kota Jayapura, BTM mengaku, sejatinya kebijakan yang diambil pemerintah dengan
mengeluarkan instruksi serta membuat Perda dan aplikasi pengawasan di lapangan sudah maksimal. Hanya saja masyarakat yang masih kepala batu.

“Tidak ada yang salah dalam mengambil kebijakan dan
menjalankan pengawasan. Karena semua dikembalikan lagi kepada masyarakat. Dimana masyarakat Kota Jayapura sangat kepala batu. Buktinya
sampai sekarang kasus pasien terpapar Covid-19  terus meningkat,” sesalnya.

BTM mengaku belum mau meniru cara yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah dalam melakukan pembatasan waktu yang  ketat. Dimana warga tidak boleh keluar rumah pada hari Sabtu dan Minggu. Hal ini
tidak dilakukan karena faktor ekonomi
masyarakat Kota Jayapura yang sebagian besar bekerja dalam sektor jasa dan perdagangan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu tidak boleh ada aktivitas
di Kota Jayapura tentu kasihan masyarakat yang biasanya hidup berdagang setiap hari. Mereka juga butuh membeli susu untuk anak,
membayar rekening listrik dan lainnya. Oleh sebab itu, Pemkot tidak akan membuat warganya sengsara sekali akibat Corona. Masyarakat tetap bisa beraktivitas untuk mencari nafkah namun waktunya dibatasi supaya tidak
banyak orang berkerumun,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengakui bahwa alat GeNose C19 sangat bagus. Karena memudahkan masyarakat dan pemerintah.

Untuk itu, apabila Pemkot Jayapura ingin melakukan pengadaan alat GeNose, tentu lebih baik lagi. Karena nantinya dilakukan sweeping Prokes bagi warga dan yang tertangkap akan dilakukan tes untuk membuat efek jera.

“Ini  tentu lebih sangat bagus sekali dan
bagi masyarakat yang akan bepergian mau melakukan pengecekan dengan alat ini tentu tarifnya lebih murah dan tidak perlu lagi sakit-sakitan dilakukan swab antigen,” ucapnya. (gr/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *