Di Danau Sentani, Seorang Wanita Ditemukan Tewas

Petugas saat mengevakuasi jenazah seorang wanita yang ditemukan tewas di pinggir Danau Sentani, Minggu (7/2), malam. ( FOTO: Dok polisi)

Sempat Dilaporkan Keluarganya Hilang

SENTANI-Sempat diberitakan hilang selama beberapa hari, Ruth Kaize (35), warga Jalan Pasir , Hawai, Distrik Sentani ditemukan tidak tewas dan terapung di pinggiran Danau Sentani, dekat Kaerah Komba Minggu (7/2), petang.

Kapolsek Sentani Kota, Kompol Ruben Paluyukan ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (8/2 ), kemarin menjelaskan, korban ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga yang bernama Ayub Sokoy (24) yang ssat itu sedang menyelam untuk mencari ikan di pinggiran Danau Sentani. Pada saat yang bersangkutan naik ke permukaan, dia melihat sesosok mayat terapung di atas permukaan air. Saksi kemudian menginformasikan kepada rekan-rekannya untuk memastikan apa yang baru saja dilihatnya itu. Setelah memastikan bahwa itu adalah sesosok mayat, mereka selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sentani Kota.

“Anggota kami kemudian turun dan mengevakuasi korban dan selanjutnya dibawa ke RSUD Yowari,”ujarnya.

Pada saat itu polisi juga berusaha menghubungi orang yang pernah melaporkannya ke Polsek Sentani Kota terkait laporan orang hilang. Setelah dihubungi, keluarganya kemudian datang dan mereka mengakui jika yang meninggal  itu merupakan anggota keluarga yang sempat dilaporkan hilang.

“Pada saat dibawa ke rumah sakit, kami juga mencoba menghubungi salah satu keluarga yang pernah melaporkan tentang  orang hilang. Ketika mereka datang, mereka memastikan bahwa itu adalah anggota keluarga mereka yang dilaporkan itu,” tuturnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi guna memastikan sebab  kematian korban. Polisi kemudian meminta masyarakat atau keluarga untuk membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Perlu diketahui surat pernyataan penolakan otopsi ini selanjutnya mempertegas bahwa polisi tidak melanjutkan penyelidikan atau penyidikan atas kasus tersebut.

“Keluarga menolak untuk diotopsi, dari hasil penglihatan luar yang dilakukan oleh dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan, baik di tubuh korban maupun di kelaminnya. Keluarga juga mengaku bahwa yang bersangkutan memiliki penyakit gangguan jiwa,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *