Pedagang Barang Bersubsidi Dilarang Naikkan Harga

DR. Lukas Kosay SE, MSi ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag)  Kabupaten Jayawijaya  DR. Lukas Kosay meminta pedagang yang ada di distrik  dan di kampung untuk tidak menaikkan harga barang dalam keadaan pandemi Covid -19 seperti saat ini. Sebab yang terjadi sering pedagang di kampung menaikan harga sepihak yang ditemukan dan juga tak bisa bersaing dalam perekonomian di pasar.

   “Ada beberapa pedagang asli Papua yang berjualan barang subsidi pemerintah, namun saat dijual kembali di Kampung itu harganya dinaikan lagi, ini membuat masyarakat kesulitan dan lebih memilih berbelanja di Kota Wamena,” ungkapnya Sabtu (6/2) kemarin.

  Menurutnya, penggunaan harga subsidi ini dilakukan agar pedagang dari kampung ini bisa membeli dengan harga murah dan dijual kembali dengan harga yang ditetapkan di kampung. Artinya pemerintah ingin menyetarakan harga bahan pokok di kampung dan di Kota, sehingga masyarakat di Kampung itu juga terbantu dengan harga yang sama seperti di kota.

  “Masyarakat di sini punya kiosnya kecil, barang itu dia bawa, sampai di kampung sana, kan di sini aturannya harga di Wamena (pusat kota) harus sama dengan yang ada di Distrik Trikora, itukan subsidi, tetapi kan namanya manusia sehingga harga dinaikan lagi,”jelas Lukas Kosay

  Selama ini, lanjut Lukas Kosay, melalui program subsidi sembilan bahan pokok dari pemerintah lewat penerbangan, masyarakat di distrik berbelanja barang subsidi tersebut di koperasi Pemda lalu menjual lagi di distrik-distrik dengan harga subsidi,  sehingga masih bisa dijangkau oleh masyarakat di distrik dan Kampung.

  “Akibat menaikkan harga barang yang dibelanjakan dari program subsidi itu, barang jualan milik beberapa pedagang tidak begitu laris, karena terlalu mahal. Kebanyakan warga memilih membeli di Kota sehingga perputaran perekonomian di Kampung lambat,”katanya.

  Ia juga melihat kondisi medan yang sulit dan jauhnya jarak yang harus ditempuh ke distrik-distrik mengakibatkan petugas Disperindakop sulit melakukan pengawasan harga di sana. Di sisi lain, petugasnya juga sangat terbatas dan setiap hari harus turun ke pasar-pasar dalam Kota Wamena untuk memantau harga barang dipasaran.

   “kita sendiri dari Disnakerindag belum bisa melakukan pengawasan sampai ke Distrik dan Kampung karena terkendala sulitnya medan dan jarak yang jauh serta petugas yang terbatas di lapangan ,” beber Lukas Kosay

   Ia memastikan tidak semua pedagang yang menggunakan program subsidi menaikan harga. Namun ada beberapa pedagang asli Papua di distrik pinggiran tetap menjual dengan harga yang sama dengan yang di pusat kota.

  “Ada beberapa tempat menggunakan barang subsidi dan berkembang bagus, maju, bisa bersaing dengan pedagang lainnya yang bukan orang asli Papua,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *