Kemenkes Akui Ada Nakes Tolak Divaksin

Dr. Sugiyanto ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-  Kepala Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Pusdik SDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. Sugiyanto mengakui  jika ada juga tenaga kesehatan (Nakes) yang menolak  untuk divaksin. Namun jumlahnya sedikit dan secara perlahan-lahan mau divaksin setelah melihat antusiasme masyarakat  untuk divaksin.

  “Ada memang (Nakes) yang  menolak divaksin. Tapi jumlahnya  sedikit.  Tapi setelah melihat semangat dan antusiasme masyarakat  untuk  mengikuti vaksinasi ini, apalagi dengan adanya pencanangan maka secara perlahan mau divaksin  juga,’’ kata  Dr. Sugiyanto menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Merauke, pekan kemarin.

  Karena itu, lanjut  Sugiyanto, dengan adanya pencanangan  yang dilakukan seperti ini  dengan harapan mengajak masyarakat  bahwa vaksinasi  ini sangat penting untuk meningkatkan antibodi terhadap virus tersebut.

  Pada kesempatan itu, Sugiyanto juga menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya Nakes sebagai bagian terdepan dalam penanganan Covid-19  meninggal dunia. Karena menjadi bagian terdepan dalam penanganan Covid-19 sehingga untuk tahap pertama pemberian vaksin tersebut diprioritaskan untuk Nakes.

   Namun begitu, dia berharap bahwa protokol kesehatan harus  tetap diterapkan meski sudah mendapat vaksinasi Covid-19. Sugiyanto menjelaskan bahwa kedatangannya ke Merauke  khususnya dan Papua pada umumnya ini dengan harapan anya untuk memantau  pelaksanaan  vaksinasi tersebut.

  “Jadi kedatangan saya ke Merauke dan Papua pada umumnya khusus memantau pelaksanaan vaksinasi  ini. Karena itu menjadi prioritas kita, sehingga kita ingin terjun secara langsung dan  apa yang kami lihat di Merauke bahwa pelaksanannya sudah sesuai dengan  protokol yang sudah ada. Dan itu kita berikan apresiasi,’’ tandasnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *