Wabup Marthin: Apakah Injil Sudah Dilaksanakan Setiap Umat di Papua?

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum saat memotong pita peresmian Gedung Gereja GKI Jemaat Effata Musaima dalam Peringatan HUT PI Ke-166 di Jayawijaya, Jumat (5/2). (Foto:Dok.Humas Pemkab Jayawijaya For Cepos)

HUT PI Ke-166, Gereja GKI Jemaat Effata Musaima Diresmikan

WAMENA-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-166 Pekabaran Injil di Tanah Papua, juga dirayakan di Jayawijaya. Acara ditandai dengan peresmian gereja GKI Jemaat Effata Musaima yang sebelumnya telah dilakukan peletakan batu pertama pada 5 Februari 2019 lalu.
“5 Februari 1855, atas anugerah Tuhan, dua rasul tuhan, Ottow dan Geissler menapakkan kakinya di Pulau Mansinam, Tanah Papua, untuk membawa berita kesukaan, memberitakan Injil Kristus, Injil Keselamatan Bagi Tanah Papua,” ungkap Bupati Jayawijaya dalam sambutanya yang dibacakan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum jumat (5/2) kemarin .
Kata Marthin Yogobi, ini berarti bahwa sudah 166 tahun Papua menerima dan mendengar kabar tentang injil. Namun perlu diingat bersama kembali, apakah Injil yang diberitakan 166 tahun yang lalu sudah benar- benar diterima, dialami serta dilaksanakan oleh setiap umat di seluruh pelosok tanah Papua dan lebih khusus di Jayawijaya?
“Ini merupakan tugas gereja yang diberikan Tuhan Yesus sebelum dia terangkat ke sorga, pergi, “jadikan semua bangsa muridKu!”. Gereja bukan hanya para pimpinan dan hamba hamba Tuhan semata, tetapi ini merupakan tugas semua orang percaya yang sudah menerima dan mengenal injil itu secara pribadi.” ujarnya.
“Kita wajib membagikan injil kepada orang -orang yang belum menerima Injil secara pribadi dalam kehidupannya. Hal ini semua juga merupakan tanda ungkapan syukur kita kepada Tuhan atas momen bersejarah lni, dan sebagai tanda penghormatan kita kepada perintah-perintah Tuhan.” Tambahnya.
Wakil Bupati juga menyatakan peresmian gedung Gereja GKI Jemaat Effata Musiaima, merupakan pergumulan Umaat Effata selama beberapa waktu lalu, melalui doa, pengorbanan serta kerja keras yang cukup panjang dan dihadapkan dengan banyak masalah serta tantangan, semuanya telah dilalui bersama-sama.
“Pada hari ini kita semua turut merasakan kebahagiaan bersama Jemaat Effata. saya percaya bahwa segala beban yang selama ini dirasakan akan hilang dan diganti dengan sukacita bertepatan dengan momen bersejarah ini,” kata Marthin Yogobi. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *