Terbukti Bersalah, Tiga Petugas KPPS Asmat Divonis Berbeda

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan terhadap perkara pelanggaran pemilu dari Asmat pada Rabu (3/2) lalu.  (Foto : Sebastian for Cepos)

MERAUKE-Tiga petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Kampung Senifit, Distrik Kambai, Kabupaten Asmat yang mencoblos sendiri surat suara dan sempat viral setelah pemungutan suara 9 Desember 2020 lalu, dinyatakan terbukti bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke.
Ketiga terdakwa tersebut adalah terdakwa I yang merupakan Ketua KPPS Leo Senepit, terdakwa II yang merupakan anggota KPPS Reginus Senepit dan terdakwa III yang juga anggota KPPS Gedofidus Amamit.
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke I Made Sumertayasa, SH, MH, melalui Kasi BB Kejari Merauke yang juga menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU ) atas perkara tersebut Sebastian P. Handoko, SH, saat dihubungi media ini, Jumat (5/2) membenarkan.
Menurut Sebastian, bahwa untuk terdakwa I dijatuhi hukuman selama 15 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum selama 48 bulan atau 4 tahun. Lalu terdakwa II dan III divonis masing-masing selama 12 bulan atau satu tahun penjara dari tuntutan JPU masing-masing selama 36 bulan atau 3 tahun.
Putusan dan tuntutan terhadap terdakwa I lebih tinggi karena terdakwa dianggap tidak kooperatif, karena selama persidangan tidak pernah hadir. Sementara terdakwa III dan II sangat koperatif karena hadir dalam setiap sidang secara virtual tersebut. Ketiga terdakwa tersebut masih berada di Asmat, dimana terdakwa III menjalani penahanan.
Sementara terdakwa I belum diketahui keberadaannya. Atas putusan tersebut, lanjut Sebastian P. Handoko pihaknya masih pikir-pikir. “Kami belum menyatakan sikap menerima atau menolak. Kami masih menyatakan pikir-pikir atas putus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke tersebut,’’ terangnya.
Diakui Sebastian bahwa karena perkara tersebut merupakan pelanggaran pemilu dimana ada waktunya sudah diatur sehingga sidang dilakukan secara marathon sampai putusan. “Sidang putusan digelar Rabu (3/2) lalu sampai jam 9 malam baru selesai,” katanya.
Sidang perkara Pemilu dari Asmat ini dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Merauke Natalia Maharani, SH, M.Hum didampingi Rizky Yanuar, SH, MH dan Ganang Hariyudo Prakoso, SH masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan II. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *