Polres Musnahkan Ratusan Botol Miras Ilegal

Pemusnahan ratusan botol miras ilegal yang dilakukan Polres Boven Digoel di depan Patung Bung Hatta, Jumat (5/2).  (FOTO :Humas Polres Boven Digoel for Cepos)

MERAUKE-Bertepatan dengan peringatan 166 Injil masuk ke Tanah Papua, Polres Boven Digoel memusnahkan ratusan botol minuman keras ilegal dari berbagai merk di depan Tugu Bung Hatta, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (5/2).
Pemusnahan dipimpin Wakapolres Boven Digoel Kompol Ferdinand B. Maasawet, SIK. Pemusnahan dilakukan menumpahkan botol miras ke dalam lubang galian tanah yang sudah disiapkan.
Paur Humas Boven Digoel Haryanto mengungkapkan bahwa miras ilegal yang dimusnahkan tersebut milik seorang warga bernama Lamudi. Merupakan hasil penangkapan yang dilakukan Polres Boven Digoel beberapa waktu lalu.
Adapun Miras yang dimusnahkan tersebut terdiri dari Robinson sebanyak 229 botol, anggur merah javan sebanyak 23 botol, whisky robhinson sebanyak 76 botol, bir bintang putih sebanyak 48 botol, bir hitam guiness sebanyak 47 botol, bir bintang putih kaleng sebanyak 37 buah, bir putih kaleng guiness sebanyak 24 botol dan miras merk gilbeys sebanyak 5 botol.
Dalam pemusnahan ini sejumlah tokoh masyarakat diundang termasuk gerakan Anti Miras Boven Digoel. Bahkan, Ketua Anti Miras Boven Digoel Bernol Tingge memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras ilegal tersebut sebelum sampai ke masyarakat.
Menurutnya, bahwa penangkapan miras milik Lamudi ini merupakan bukti bahwa sebagai masyarakat tidak terima dengan beredarnya Miras di Boven Digoel. Karena itu menurutnya, kedepan apabila masih ada kedapatan orang-orang yang melakukan penjualan minuman keras maka harus segera diamankan. ‘’Kita harus bergandengan tangan untuk mengatasi peredaran minuman keras di Boven Digoel, karena Miras ini merusak generasi kita kedepan,’’ jelasnya.
Diketahui bahwa sejak 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama DPRD Boven Digoel telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan pembuatan, penyimpanan, peredaran dan penjualan minuman keras di Boven Digoel. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *