Curi Dua HP, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Pelaku WMS (19) yang diduga mencuri 2 HP dan kriminal lainnya saat diamankan Polisi di ruang khusus tempat orang mabuk karena saat diamankan yang bersangkutan masih dipengaruhi minuman alkohol, Jumat (5/2). (Foto :Sulo/Cepos)

MERAUKE- Seorang pemuda di Merauke berinisial WMS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Resor Merauke. Pemuda 19 tahun yang beberapa kali viral di info kejadian Merauke tersebut diamankan warga ketika berada di depan Toko Tujuh, Bampel, saat hendak berbelanja bersama seorang perempuan, Jumat (5/2) dinihari.
Setelah diamankan Polisi, selanjutnya Polres Merauke mengamankannya. Namun saat diamankan, yang bersangkutan dalam keadaan dipengaruhi minuman keras sehingga untuk sementara dimasukan dalam ruang khusus orang mabuk.

Para korban kecurian HP saat mendatangi SPKT Polres Merauke, Jumat (5/2). (Foto: Sulo/Cepos)

WMS mengakui telah mengambil 2 buah handphone dan telah digadaikan di sekitar Pasar Wamanggu. “Saya ada kasih di Pasar Wamanggu,” kata WMS saat polisi datang menanyakan soal dua HP yang dicurinya tersebut.
HP itu sendiri dicuri ketika yang bersangkutan diberi tumpangan untuk bermalam di rumah kost kedua korban. “Dia sudah kerja 4 hari di saya. Dan saat mau minta tinggal di rumah kost teman-teman ini, saya sudah ingatkan untuk hati-hati. Jangan sampai ada barang kalian yang hilang. Karena sepertinya saya pernah lihat foto yang bersangkutan ditaruh media sosial,’’ kata Chairul saat di SPKT Polres Merauke, Jumat kemarin.
Menurut Chairul bahwa dirinya sudah menaruh curiga saat yang bersangkutan meminjam HP miliknya untuk dipakai dan ketika diminta kembali yang bersangkutan terlihat tidak senang. “Padahal barang kita yang kita minta,” jelasnya.
Kata Chairul, pelaku juga sempat minta pinjaman kepada kakaknya sebesar Rp 900 ribu dengan alasan akan menebus kembali HP miliknya yang digadaikan di seseorang. “Untung kakak saya tidak kasih waktu itu,’’ terangnya.
WMS sendiri mengambil HP milik korban Rega dan Febri saat dia sedang tertidur. ‘’Malam itu dia ambil sekitar dinihari setelah itu kemudian menghilang,’’ jelas Rega.
Tidak hanya itu, setelah mengambil 2 HP tersebut, kemudian ketemu dengan Rudi sopir truk yang sedang menuju Muting kemudian yang bersangkutan menumpang ke Muting. Karena tidak punya siapa-siapa di Muting, akhirnya kembali dari Muting dengan truk yang sama. Namun WMS mengambil HP milik sopir truk tersebut.
“Saya cari-cari tidak ada. Kebetulan saya ke salah satu counter dan melihat HP saya itu dan saya sampaikan kalau itu HP saya. Saya langsung hubungi dan bunyi,’’ kata Rudi.
WMS sendiri menggadaikan HP milik Rudi tersebut sebesar Rp 50.000. Polisi sendiri memberikan pilihan kepada para korban apakah WMS lanjut diproses jika HP milik mereka sudah dikembalikan atau tidak membuat laporan. ‘’Semuanya diserahkan kepada kalian (korban,red),’’ kata salah satu petugas SPKT kepada para korban tersebut.
Sementara kedua korban masih terlihat bigung. Sebab, kalau lanjut proses hukum berarti HP mereka akan ditahan sementara sebagai barang bukti di pengadilan. Kalau tidak lanjut, berarti para korban bisa langsung membawa HP mereka. ‘’Saya tanya teman saya dulu ya pak mana yang terbaik,’’ kata Rega. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *