Banjir di BTN Gajah Mada Murni Kesalahan Pengembang

Kondisi perumahan BTN Gajah Mada yang masih terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi, Rabu (3/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si menegaskan, persoalan banjir yang kerap melanda kompleks perumahan BTN Gajah Mada yang terletak di Kelurahan Dobonsolo, murni kesalahan dari pihak pengembang. Karena kawasan pemukiman itu dibangun di atas lahan atau daerah resapan air.

   ” Di situ tidak cocok untuk membangun rumah,” kata Mathius Awoitauw ketika dikonfirmasi media ini di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (4/2).

Dia mengatakan, persoalan yang kerap melanda BTN Gajah Mada itu sesungguhnya sudah tidak bisa lagi diatasi oleh pemerintah.  Hal ini disebabkan kesalahan dari pihak pengembang yang tidak mengikuti aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah.

Bahkan diketahui, ratusan bangunan rumah permanen yang ada di BTN Gajah Mada itu dinilai ilegal karena tidak memiliki izin membangun yang resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura.

“Mau dengan cara apapun, di situ tidak bisa. Itu karena mereka melanggar aturan pemerintah,”terangnya.

Pantauan media ini, sampai saat ini sebagian besar masyarakat yang tinggal di kompleks perumahan tersebut sudah meninggalkan rumahnya, namun masih ada sekitar puluhan kepala keluarga yang memilih tetap bertahan meskipun selalu terancam banjir.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *