Sebagai Anak Injil, Mari Hidup Rukun dan Damai di Tanah Papua

Pelepasan balon ke udara sebagai balon pemersatu umat beragama dan pemersatu Bangsa-bangsa saat ibadah syukur hari Pekabaran Injil ke 166 Tahun di Provinsi Papua di Graha Mercusuar Doa, kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Jumat (5/2).  (Foto : Elfira/Cepos)

Doren Wakerkwa: Stop Pergerakan yang Salah di Tanah Ini!

JAYAPURA- Wujudkan momen ke-166 tahun Pekabaran Injil di tanah Papua untuk membangun jiwa yang terang, sikap yang optimis, pikiran yang positif serta semangat yang kuat untuk membangun hari esok yang lebih baik.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat ibadah syukur hari Pekabaran Injil ke-166 Tahun di Provinsi Papua di Graha Mercusuar Doa, kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Jumat (5/2)
“Jadikan nilai-nilai keutamaan ajaran agama sebagai landasan moral dan etika dalam membangun kehidupan bersama yang lebih maju di tanah Papua,” ucap Kapolda Paulus Waterpauw.
Kapolda juga mengapresiasi para tokoh agama yang telah mengajak umat Kristiani untuk menjauhkan diri dari rasa kebencian dan memelihara kebersamaan dalam keberagaman.
Sementara itu, Sekda Provinsi Papua, Doren Wakerwa mengatakan, 166 tahun Pekabaran Injil di tanah Papua, harusnya Papua sudah dewasa dalam hal berpikir membangun, infrastruktur pendidikan dan lain sebagainya.
“Masyarakat Papua harus sadar bahwa inilah kita dan tidak boleh berbuat sesuatu yang anarkis. Tidak boleh membuat masalah di daerah manapun. Harus sadar bahwa Injil adalah kekuatan Allah dan menyelamatkan kita. Stop pergerakan yang salah di tanah ini,” tegas Doren Wakekrwa kepada wartawan.
Dikatakan, terkait masih adanya daerah-daerah rawan di Papua maka masyarakat harus merubah daerah rawan tersebut. Harus tahu bahwa Injil masih membawa kedamaian.
“Harus menciptakan suka cita di tanah ini, sehingga orang dari luar yang datang ke Papua bisa mengambil contoh dari kita,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk mengajak masyarakat Papua untuk membangun tanah Papua dengan Injil. Kekuatan Allah yakni penuh damai, sehingga tidak boleh lagi ada konflik demi kepentingan apapun.
“Sebagai anak Injil, saya pesan kepada anak Papua mari hidup rukun dan damai di tanah ini. Bawa damai dari Papua hingga ke Indonesia lain bahkan ke seluruh dunia,” tegasnya.
Sebelumnya rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Hari Pekabaran Injil ke-166 tahun di Provinsi Papua yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seminar dan puncaknya Jumat (5/2) ibadah syukur.
Ibadah syukur tersebut dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Wakapolda Papua Brigjen Pol Mathius D. Fakhiri, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, Sekda Provinsi Papua Doren Wakerwa. Hadir pula Ketua DPR Papua Johny Banua Rouw, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja Di Papua Pdt. Kornelius Sutriyono, Kabintaldam XVII/Cenderawasih Letkol Arh Antonius Andre Wira.
Sementara itu, ibadah dalam rangka memperingati Hari Pekabaran Injil ke-166 juga digelar di Gereja Pniel Kotaraja, kemarin. Ibadah yang dihadiri Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes).
Ibadah dimulai pukul 09.00-10.00 WIT dan disiarkan secara live streaming, sehingga jemaat GKI Pniel juga bisa mengikutinya di rumah masing-masing. Ibadah dipimpin Pdt. D.E.A Watopa, S.Th, dan Pdt Meske Senewetoar, ST.h.
Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, melalui perayaan HUT PI di Tanah Papua Ke-166 umat Kristen harus mensyukuri nikmat dan karunia yang telah diberikan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat termasuk Jemaat GKI Pniel Kotaraja.
“Dengan menaikan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus bahwa tanggal 5 Februari 1855, dimana dua rasul dari Jerman yang bernama Ottow dan Geissler telah tiba di Pulau Mansinam. Mereka berdoa dan disebut dengan doa sulung di tanah Papua. Dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini dan berkat Tuhan, anugerah Tuhan tabir kegelapan di tanah Papua ini dibuka oleh Injil yaitu diikuti dengan pemerintahan dan perubahan yang sangat besar. Itu karena buah Injil dari tanggal 5 Februari 1855 tabir kegelapan dibuka oleh Injil di tanah Papua,” jelasnya.
Dikatakan, dengan semangat HUT PI di Tanah Papua yang ke-166, umat Kristen harus giat dalam membangun tanah Papua khususnya membangun Kota Jayapura sebagai spirit dalam iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kota Jayapura sebagai kota beriman hidup orang-orang yang takut kepada Tuhan, hidup orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan yang menjalankan ajaran agama mereka masing-masing. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua yang telah menjadikan tanggal 5 Februari sebagai tanggal libur fakultatif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan HUT PI di Tanah Papua ke-166 tahun 2021 di Jemaat GKI Pniel Kotaraja Pnt. Merry Matuahitimahu, mengungkapkan,
ibadah perayaan PI di Tanah Papua yang diselenggarakan di Jemaat GKI Pniel Kotaraja tetap berpedoman pada protokol kesehatan. Dimana jemaat yang hadir hanya 50 persen. Sementara jemaat yang lain bisa mengikuti ibadah melalui live streaming di rumah masin-masing.
“Tempat duduk juga diatur jaraknya, semua jemaat yang hadir wajib memakai masker, melakulan cuci tangan dengan air dan sabun serta bisa menggunaan hand sanitazer. Pelaksanaan ibadah hanya satu jam mulai pukul 9 sampai 10 pagi,” tambahnya. (fia/dil/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *