Politisi Nasional Harus Lebih Dewasa

Yunus Wonda (Foto : Gamel Cepos)

JAYAPURA – Persoalan internal Partai Demokrat di pusat Jakarta nampaknya masih menarik untuk dibahas. Meski gaungnya lebih nyaring di Jakarta namun politisi partai berlambang mercy ditingkat daerah juga tak mau diam mengomentari upaya kudeta yang dilakukan para pendiri partai yang akhirnya mengaitkan nama kepala staf kantor presiden, Moeldoko. Penasehat Fraksi Partai Demokrat DPR Papua, DR Yunus Wonda melihat bahwa ada ketidakdewasaan dari para politisi nasional di pusat.
Ada sejumlah manuver tidak sehat yang dilakukan untuk menggembosi partai ini. Meski demikian untuk Papua sikap tegas disampaikan bahwa DPD Partai Demokrat Papua tetap solid di bawah kepemimpinan AHY. Terkait adanya manuver tersebut Yunus membeberkan bahwa ketika ada pihak yang sudah tidak punya massa, tidak lagi memiliki posisi maka biasanya akan melakukan bermanuver dengan berbagai cara termasuk membuat gaduh.
“Saya pikir ini cara – cara yang etika politiknya tidak bagus. Ketika pernah dibesarkan oleh Partai Demokrat dan pernah berjuang bersama partai hingga punya jabatan seharusnya ini dihormati dan dihargai. Jangan ketika sudah tidak dengan partai demokrat akhirnya balik menusuk dan melakukan hal – hal yang menggangga,” sindir Yunus menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Jumat (5/2).
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPR Papua ini berpendapat bahwa sikap tersebut tidak dewasa dalam politik politisi di daerah masih jauh lebih baik. Masih mampu menghormati dan menanamkan sikap dan etika yang baik.
“Melihat kondisi seperti sekarang saya bisa katakan mereka tak sebaik politisi yang ada di daerah kabupaten maupun provinsi di luar Jakarta. Kami masih bisa memahami bagaimana politik yang memiliki etika sekalipun tak lagi satu perahu,” sindirnya. Ia kembali mengingatkan bahwa meski tak lagi berseragam biru tua, yang perlu diingat adalah partai ini sudah banyak mencetak kader – kader hebat ditingkat nasional.
“Jadi bagaimana meski sudah tidak di partai lagi tapi bagaimana ikut bertanggungjawab bahwa partai ini pernah membuat kita menjadi orang penting di republik ini,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *