Di Keerom Ratusan Rumah Terendam Banjir

TINJAU BANJIR: Wabup Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP (baju putih), saat meninjau langsung banjir di Arso Timur, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Rabu (3/2). ( FOTO: Piter Gusbager For Cepos)

Ravenirara Kembali Banjir, Jalan Dormena-Yongsu Spari Tertutup Longsor

JAYAPURA-Hujan yang mengguyur wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom dalam beberapa hari akhir mengakibatkan banjir di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura.

Di Kabupaten Keerom, sebanyak 215 unit rumah warga dilaporkan terendam banjir akibat meluapnya sungai Bewan, Rabu (3/2) pagi.

Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi Mapolres Keerom, kantor Polsubsektor Arso Timur, rumah ibadah, SMP Negeri 7 Pitewi serta sembilan unit kios.

Kapolres Keerom, AKBP. Emile Reisitei Hartanto menerangkan, curah hujan yang tinggi selama dua hari terakhir di wilayah Jayapura menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik di Kabupaten Keerom. Dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 75 cm.

 Adapun lokasi yang terdampak bencana banjir yakni Jalan Trans Papua Arso Swkarsa-Arso II yang menyebabkan lima unit rumah warga dan sembilan unit kios milik warga terendam banjir.

Di Kampung Asyaman tepatnya BTN Mega Permai, sebanyak 48 unit rumah warga terendam banjir termasuk Mapolres Keerom.

Sementara di Kampung Arso Kota Dalam tepatnya Puskesmas lama sebanyak 35 rumah warga terendam banjir. Di Kampung Yanamaa sebanyak 70 unit rumah warga terendam banjir, Kampung Wulukubun sebanyak 37 unit rumah, Kampung Pitewi Arso Timur Gereja GKI Arso Timur, Kantor Polsubsektor Arso Timur sebanyak 20 unit rumah warga.

“Kami masih melaksanakan evakuasi masyarakat yang terkena dampak bencana banjir, sampai saat ini masih belum terdapat korban jiwa akibat bencana banjir tersebut,”  ucap Kapolres Emile Hartanto, kemarin.

Lanjut Kapolres, warga yang terdampak banjir sementara diungsikan ke halaman kantor Pengadilan Agama Keerom sembari menunggu pembuatan posko siaga banjir. “Untuk jumlah warga belum terdata secara keseluruhan, yang pasti tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

Banjir yang melanda Kabupaten Keerom ini mendapat perhatian serius Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP., yang turun langsung meninjau lokasi banjir, Rabu (3/2).
Banjir disertai lumpur ini melanda ratusan rumah yang berada di berbagai kampung di Kabupaten Keerom. Seperti Kampung Arso Kota, Swakarsa, Asyaman, Yanamaa, Workwana. Tak hanya merupakan warga, banjir juga menimpa fasilitas perkantoran milik pemerintah daerah dan fasilitas gereja yang ada di Kabupaten Keerom.

Wabup Piter Gusbager mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada tiga distrik di Kabupaten Keerom yang terkena banjir, yaitu Distrik Skanto, Distrik Arso dan Dostrik Arso Timur.

“Lokasi banjir di Arso Kota, Swakarsa dan kemudian kita sedang mengantisipasi di  Arso 14 dan Arso 7,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (3/2).

Menurut Gusbager, dirinya telah mengunjungi langsung warga yang terkena dampak banjir dan telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Keerom untuk membangun posko bencana di Arso Kota dan Swakarsa.

“Posko ini akan menyiapkan makanan cepat saji kepada warga yang terkena dampak bencana di Kabupaten Keerom,” ucap Bupati Keerom terpilih ini.

Tak hanya itu, Gusbager mengakui sudah menghubungi Balai Sungai Jayapura- Papua di Kota Jayapura dan Basarnas Jayapura yang ada di Kabupaten Jayapura, sehingga mereka sudah bergerak untuk mengantisipasi banjir di Keerom.

“Kita dari Pemda Keerom bersama Polres Keerom telah berkoordinasi untuk mengantisipasi sampai malam. Kita terus menyiapkan segala sesuatu untuk titik-titik rawan banjir di Keerom,” ujarnya.

Menurut Gusbager, untuk jangka pendek saat ini pihaknya menyiapkan posko evakuasi korban banjir. Sementara untuk  jangka menengah pihaknya membangun tanggul. Sebab di daerah Keerom ini ada tiga daerah aliran sungai (DAS) yang besar, yaitu DAS Tami, DAS Skanto dan DAS Dawan.

“Tiga DAS ini dialiri oleh sungai-sungai kecil dan banyak sekali sungai di sini. Untuk itu, kita perlu melakukan langkah mitigasi, sehingga warga bisa sigap dalam mengantisipasi kondisi banjir,” sambungnya.

Kedepan, Pemkab Keerom menurutnya juga akan melakukan normalisasi sungai di beberapa lokasi ini, sehingga kedepan lahan dan perubahan masyarakat tidak lagi terkena banjir.

Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, warga yang terkena dampak banjir kini dievakuasi di beberapa titik seperti di Badan Jalan Trans Papua di Pertigaan Luar Arao II, depan kantor Distrik Arso, kantor Pengadilan Agama, dan Kompleks Jalan Teans Papua antara Arso II dan Swakarsa.

Sementara itu, banjir juga kembali melanda Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura, Senin (1/2) malam lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik  BPBD Kabupaten Jayapura, Cory mengatakan, BPBD sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di Ravenirara. Mengingat saat ini cuaca di laut masih sangat buruk, sehingga pihaknya belum bisa meninjau langsung daerah itu.

“Kami belum bisa ke sana, karena cuaca buruk. Tapi kita sudah bangun koordinasi dengan sejumlah pihak yang disana,” kata Cory ketika dikonfirmasi media ini, Rabu (3/2).

Dikatakan, meskipun sempat mengungsi ke gereja, namun sebagian keluarga sudah kembali ke tempat tinggalnya. Pihaknya terus berupaya membangun komunikasi dengan pihak terkait terutama pemerintah distrik.

GOTONG ROYONG: Aparat TNI-Polri bersama masyarakat membersihkan material longsor yang menutupi ruas jalan Jalan Dormena – Yongsu Spari Depapre, Rabu (3/2). ( FOTO: Polres Jayapura for Cepos)

Selain distrik Ravenirara, kejadian yang sama juga melanda Distrik Yokari. Ada sejumlah rumah dilaporkan terendam banjir dan tertimbun material banjir. Pihaknya sudah meninjau lokasi tersebut dan telah menyalurkan bantuan bahan makan untuk masyarakat.

“Yokari juga terkena banjir. Ada sejumlah rumah yang terendam banjir  dan material. Kami sudah bawa bantuan dan melakukan peninjauan langsung ke sana,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, pihaknya meminta masyarakat di Kabupaten Jayapura agar lebih meningkatkan kewaspadaanya selama musim penghujan tahun ini.

Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, di wilayah timur Indonesia termasuk Kabupaten Jayapura Papua dilanda hujan selama kurun Waktu sejak januari hingga April mendatang.

“Oleh karena itu kita meminta masyarakat supaya tetap waspada selama suasana dan kondisi cuaca buruk yang disertai hujan dan angin kedepan,” tutupnya.

Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah Depapre tepatnya di sejumlah titik di ruas Jalan Dormena-Yongsu Spari, Selasa (2/2) malam.

Material longsor yang menutupi badan jalan mengakibat ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan. Polisi dan juga pihak TNI sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan bencana tersebut.

“Usai diguyur hujan deras beberapa hari terakhir ini, kami bersama pihak TNI bersama anggotanya masing – masing, mengecek langsung kondisi ruas jalan yang tertutup longsoran, dimana ruas jalan tersebut menyambungkan 2 Distrik sekaligus yakni Kampung Dormena Distrik Depapre dan Kampung Yongsu Spari Distrik Ravenirara,” ungkap Kapolsek Depapre,  Iptu Usriyanto, dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (3/2).

Dikatakan, setidaknya ada delapan titik longsoran  yang terjadi di sepanjang ruas jalan tersebut dan menutupi badan jalan. Namun 3 titik di antaranya yang mengalami kerusakan yang sangat parah. Akibat dari peristiwa itu, untuk akses jalan darat sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

Masyarakat kini masih menggunakan jaluralternatif dengan  berjalan kaki. Selain itu mereka juga  beraktivitas dengan menggunakan perahu.

“Kami juga sudah melaporkan hal ini ke Pemkab Jayapura dalam hal ini BPBD, yang rencananya mereka akan datang mengecek agar dapat mengambil langkah – langkah selanjutnya,” tambahnya.(fia/bet/roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *