Vaksin Covid-19 Dimulai, Forkopimda Screening Kesehatan

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum saat mengikuti Screening Kesehatan di RSUD Wamena, Selasa (2/2) kemarin. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Menyusul datangnya 1.200 Vaksin Sinovac minggu lalu, kini Forkopimda Jayawijaya mulai melakukan screening awal terhadap kondisi kesehatan mereka sebelum dilakukan vaksinasi. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi di RSUD Wamena. Sementara untuk pejabat instasi vertikal masih menunggu surat dari pemerintah daerah untuk juga diikutkan dalam vaksinasi tersebut.

   “Untuk forkopimda yang mengikuti screening kesehatan, yakni Wakil Bupati, Dandim 1702/ Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, Kejari Jayawijaya dan ketua Pengadilan Jayawijaya, sementara untuk vaksin tahap pertama yang masuk ini diperuntukan untuk tenaga Kesehatan dan Forkopimda lebih dulu,” ungkap Wabup Marhtin Yogobi, Selasa (2/2) kemarin.

  Menurutnya, sebelum vaksin ini sampai kepada masyarakat, perlu pemerintah memberikan pemahaman kepada ASN terlebih dulu. Sebab, selama ini mereka telah mendapatkan informasi -informasi yang keliru tentang vaksin ini. Artinya vaksin ini  tidak langsung disuntikan begitu saja kepada setiap orang.

  “Sebelum melakukan vaksinasi setiap orang itu memiliki hak untuk di-screening kesehatannya apakah tubuhnya itu layak atau tidak untuk menerima vaksin itu,” jelas Wabub.

   Pengecekan ini, kata Marthin Yogobi,  dilakukan agar bisa mengetahui apakah ada penyakit bawaan dari orang yang bisa berdampak pada dirinya usai divaksin Caovid -19, sehingga jangan berpikir langsung akan diberikan vaksinasi tanpa melalui pemeriksaan.

   Di tempat yang sama Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengungkapkan bahwa dengan jumlah vaksin yang baru diterima 1200 untuk 600 orang yang pertama divaksin, maka pihaknya dari Forkopimda   menjadi orang yang pertama untuk divaksin di Jayawijaya. Ia juga menyarankan setelah vaksin sekalipun protokol kesehatan tetap dijaga.

   “Protokol kesehatan ini tak hanya kami yang lakukan, asrama dalam jajaran Kodim 1702/ Jayawijaya juga tetap harus diberlakukan protokol kesehatan, anggota kita dan Babinsa di lapangan juga wajib melakukan itu,”tegasnya.

  Ia juga selalu mengingatkan kepada masyarakat, karena pandemi ini belum berakhir maka harus saling menjaga satu sama lain. Untuk penyuntikan vaksin, pihaknya masih menunggu kapan dilakukan. Namun yang terpenting saat ini masih dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah ia layak atau tidak menerima vaksin tersebut,

   Secara terpisah salah satu pejabat vertikal di Jayawijaya, Kepala Bulog Wamena, Sudarsono, mengaku  untuk menerima vaksin kapan pun ia siap. Hanya saja, untuk saat ini belum ada pemberitahuan kepada pemerintah daerah kepada pihaknya untuk mengikuti vaksin itu.

   “Kami juga belum mendapat informasi dari atasan kami untuk mengikuti vaksin yang mungkin dilakukan oleh intern kami sendiri di kantor Pusat Jayapura, namun kalau ada pemberitahuan dari pemerintah daerah kepada kami saya pastikan akan ikut dalam vaksinasi ,”jelasnya

   Sementara itu dari data yang dikeluarkan tim gugus Percepatan Penaganan Covid -19, nampaknya kasus Covid terus menunjukkan tren peningkatan jumlah pasien covid -19 di Wamena. Dimana pada tanggal 31 Januari 2021 itu sudah mencapai 80 pasien yang dalam perawatan, sementara di 1 Februari itu ada tambahan 9 orang yang dinyatakan Positif Covid -19 meskipun ada 3 yang dinyatakan sembuh, sehingga kini berada diangka 86 pasien. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *