Hormati dan Hargai Martabat Orang Asli Papua

Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko, SIP saat melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara penerimaan Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long dan  Satgas Yonif 122/Tombak Sakti di Dermaga Pelabuhan Merauke,  Selasa (2/2). ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Danrem 174/Anim Ti Waninggap Merauke Brigjen TNI Nawoko, SIP  atas nama Pangdam XVII/Cenderawasih menerima secara resmi 2 batalyon yakni Batalyon Infanteri 611 Awang Long dan Batalyon Infanteri 122/Tombak  Sakti yang bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG di wilayah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, di Dermaga Pelabuhan Merauke, Selasa (2/2).

   Batalyon Infanteri 611/Awang Long akan menggantikan Yonif  Raider 516/Cakra Yudha di Kabupaten Boven Digoel. Sementara Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti akan menggantikan  Yonif 125/Sembisa yang bertugas di Kabupaten Merauke.

   Danrem Bangun Nawoko mengingatkan seluruh prajurit yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan antara RI-PNG tersebut untuk menghormati dan menghargai, membantu melindungi  dan menjaga harkat harkat martabatnya Orang Asli Papua (OAP).

   Danrem mengaku bersama bupati bangga melihat penampilan para prajurit yang akan melaksankaan tugas Negara dalam menjaga NKRI tersebut. “Sorot mata kalian, pandangan kalian menunjukan semangat untuk melaksanakan tugas. Kami disini hanya menanti bhaktimu dan menanti bukti untuk janjimu untuk melaksanakan tugas ini tanpa celah. Ingatkan orang perorang, ingatkan jabatan sesuai jabatan bahwa kalian  menjaga tunggul-tunggul kalian itu. Jangan ada satu orang yang menjadi pengkhianat dan menodai tunggul itu,” tandasnya mengingatkan.

   Sementara  itu, membacakan   amanat Pangdam  XVII Cenderawasih, Danrem  menjelaskan bahwa  wilayah perbatasan merupakan garis terdepan yang memiliki nilai strategis terhadap aspek ketahanan dan keamanan serta kedaulatan suatu Negara  sesuai UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

   Dikatakan, wilayah perbatasan memiliki kerawanan  yang harus diwaspadai dari berbagai ancaman seperti illegal logging, ilehal minning, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan Narkoba,   Miras dan lain sebagainya.

  “Karena itu, kalian harus selalu waspada. Laksanakan patroli keamanan maupun  patroli pemeriksaan patok batas di sektor  tanggunggungjawab masing-masing serta ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan,” kata Danrem membacakan  amanat Pangdam. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *