Uskup Mandagi Positif Covid-19, Sejumlah Agenda Dibatalkan

Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC  saat memberikan keterangan pers usai pentahbisan imam beberapa waktu lalu, Kini Uskup Mandagi sedang menjalani isolasi mandiri menyusul terpar Covid-19. ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dinyatakan positif terpapar virus Corona.  Saat ini, pemimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Merauke dan Keuskupan Diosis Amboina tersebut  menjalani isolasi dan perawatan di RSUP Johannes Leimena,  Ambon.

  Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke  Pastor Hendrikus Kariwop, MSC, ditemui  media ini membenarkan jika Uskup Agung  Merauke Mgr. Petrus  Canisius Mandagi, MSC  sedang dirawat di RSUP Johannes  Leimena, karena  Corona.

  Menurut  Hendrikus Kariwop,  Uskup diperkirakan terpapar Covid-19  tersebut saat sudah di Ambon. Karena  saat  dari Merauke menuju ke Ambon, dilakukan rapid antigen terhadap  Uskup dan hasilnya negatif. Begitu  juga saat sampai di Ambon, juga dilakukan  rapid dan hasilnya negatif.

  “Beliau  sudah 2 minggu tiba di Ambon setelah dari Merauke kemudian dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya  positif,’’ terangnya.

   Uskup  Mandagi diperkirakan  terpapar dari 2 imam atau pastor yang terlebih dahulu dinyatakan positif dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Meski  positif,  namun kondisi Uskup Mandagi saat ini dilaporkan  stabil. “Beliau positif  tanpa gejala  atau OTG,”  terangnya.

Vikjen Hendrikus Kariwop juga menjelaskan  bahwa  dengan dinyatakannya positif Corona tersebut  maka sejumlah agenda dari Uskup Mandagi terpaksa  harus ditunda. Pertama  adalah rencana pentahbisan 4  diakon menjadi pastor di Ambon  pada  30 Januari 2021 tidak dapat dilaksanakan.

  Begitu juga rencana  penerimaan krisma dan pemberkatan Gereja Katolik di Muting pada 4 Februari dan  pentahbisan 2 diakon menjadi pastor dan 2 frater  menjadi  diakon  pada 13 Februari mendatang di Keuskupan Agung Merauke.

  “Semua  ditunda sampai  kondisi  Bapak Uskup dinyatakan sehat. Karena  setelah isolasi dan pengobatan dari rumah sakit nanti, maka akan dilanjutkan lagi karantina mandiri selama 14  hari,” terangnya.

   Sementara selama masa Prapaskah  tidak ada  kegiatan pentahbisan. “Jadi   kemungkinan April atau Mei baru dilakukan jadwal  ulang untuk kegiatan Bapak Uskup,” terangnya.

   Terkait  dengan itu, Uskup  Agung Merauke  Petrus Canisius Mandagi, tambah Hendrikus Kariwop, memohon doa dari seluruh  imam, suster dan umat  untuk mendoakan kesembuhan dari Uskup Agung Merauke, para imam dan siapa saja yang saat ini terpapar Covid-19. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *