Sembunyikan Ganja di Paha Demi Kelabui Petugas

Pelaku saat diamankan anggota ( FOTO: Humas Polresta)

JAYAPURA- Lintasan Perbatasan RI-PNG, Distrik Muara Tami kerap menjadi jalur penyelundupan ganja yang berasal dari PNG. Seorang pemuda dengan inisial KK (22) warga Sentani ditangkap Polisi lantaran menyembunyikan ganja di bagian pahanya pada Minggu (31/1).

Sebelumnya pada Selasa (26/1) dua pemuda yakni AW dan NH ditangkap Polisi lantaran kedapatan membawa ganja ketika melintasi jalan tikus samping Gedung Kantor PLBN Skow Perbatasan RI-PNG.

Kapolsubsektor Skouw Iptu Kasrun mengatakan, KK mengelabui petugas dengan cara ganja  yang dibawanya disimpan dibagian paha dengan cara membukus dengan kertas koran lalu diikat menggunakan kain stagen.

“Dengan kejelihan petugas dalam melakukan pemeriksaan badan terhadap pelaku, sehingga barang bukti ganja yang disimpan dibagian paha ditemukan,” terang Kapolseksubsektor, Senin (1/2).

Dikatakan, ini bukan kali pertama para pelaku sering mengelabui petugas namu sudah sering. Kini pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Mapolsek Muaratami guna proses hukum lebih lanjut.

“Penangkapan pelaku KK berawal dari informasi masyarakat, dimana ada beberapa orang dari negara PNG masuk ke wilayah Republik Indonesia melalui jalan tikus dan hendak menyewa mobil rental,” terangnya.

Lanjutnya, mendapat informasi tersebut. Bripka Samsul bersama petugas TNI perbatasan melakukan pengawasan dan pemantauan, setelah pelaku bersama keluarganya hendak naik ke mobil rental di lakukan pemeriksaan terhadap orang maupun barang bawaan dan akhirnya barang bukti ganja yang diikat dibagian paha sebelah kiri berhasil ditemukan.  “Pelaku beserta barang bukti lagsung dibawa ke Polsubsektor Skouw untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

  Pihaknya bersama TNI yang bertugas di perbatasan RI-PNG akan terus bersinegis untuk menjaga wilayah perbatasan guna mengantisipasi tindak kriminal yang masuk di wilayah Indonesia terutama penyeludupan narkotika jenis ganja dari negera tetangga yakni PNG. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *