Lima KKB Bercokol di Intan Jaya

Kombes Pol I Wayan G Antara ( FOTO: Elfira/Cepos)

Kelompok Undius Kogoya Paling Aktif Lakukan Teror

JAYAPURA- Lima Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebut-sebut masih bercokol di wilayah Intan Jaya hingga saat ini. Hal inilah yang menyebabkan seringnya terjadi kontak tembak di daerah pemekaran dari Kabupaten Paniai pada tahun 2008 lalu. Kapolres Intan Jaya, Kombes Pol I Wayan G Antara mengatakan, lima kelompok KKB ini tersebar di beberapa distrik di Kabupaten Intan Jaya dan sering melakukan teror terhadap aparat ataupun warga sipil.

 “Mereka tidak berada di satu tempat namun bergerilya. Misalnya kita kejar di Wanday, mereka larinya ke Sugapa. Kita kejar di Sugapa mereka larinya ke Paniai, Puncak Jaya dan daerah Puncak,” ungkap Kapolres Wayan Antara saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (1/2).

 Dikatakan, dari lima KKB yang mendiami wilayah Intan Jaya, KKB pimpinan Undius Kogoya yang paling aktif melakukan teror. KKB pimpinan Undius Kogoya ini memiliki anggota kurang lebih sebanyak 30 orang. “Mereka rekrut anggota remaja yang putus sekolah. Itulah cara mereka menambah kekuatan,” ungkapnya.

Untuk menunjukan eksistensinya, incaran mereka bukan hanya kalangan militer yang ada di Intan Jaya. Melainkan juga warga sipil yang ada di daerah tersebut dengan melakukan gangguan dan bahkan penembakan.

Sementara itu, untuk jenazah Boni Bagau korban penembakan KKB pimpinan  Undius Kogoya yang ditembak di perbatasan Distrik Sugapa dan Distrik Homeyo dimungkinkan telah dimakamkan di TKP.  “Ada kemungkinan jenazah dimakamkan di TKP. Karena keluarga ragu untuk mengambil jenazah jangan sampai terjadi sesuatu,” ujarnya.

 Menurut Kapolres Wayan Antara, KKB pimpinan Undius Kogoya sebelumnya membakar pesawat milik PT. MAF di Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga pada awal januari lalu. Kelompok ini juga mengaku menembak korban Boni Bagau lantaran dianggap sebagai mata-mata TNI-Polri.

 “Pengejaran terhadap pelaku perlu kita koordinasikan dengan aparat terkait, termasuk Pemda. Mengingat daerah Intan Jaya adalah daerah merah, kita tidak tahu medannya seperti apa. Kalaupun dilakukan pengejaran perlu waktu berhari-hari dengan medan yang sulit apalagi kita kekurangan personel,” tutupnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *