Pelaku Penikaman Pendeta di Wamena Diamankan

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos., MM., didampingi anggotanya saat meminta keterangan lima orang terduga pelaku penikaman terhadap Pdt. Tomas Tabuni saat diamankan di lapangan apel, Minggu (31/1). Insert, mobil rental Innova yang digunakan pelaku saat hendak menabrak korban. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Kurang lebih empat jam pasca insiden penikaman terhadap seorang Hamba Tuhan yaitu Pdt. Tomas Tabuni, tim Opsnal Polres Jayawijaya yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Matinetta, S.Sos., MM., berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku, Minggu (31/1).

Kelima orang yang berhasil diamankan yaitu KW (25), TA (26), NJ, LA dan NY.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik Polres Jayawijaya, KW diduga sebagai pelaku penikaman sementara TA diduga membantu pelaku KW mendorong korban. Sedangkan tiga orang lainnya NJ, LA dan NY,  diduga hanya terlibat mengonsumsi minuman keras (Miras) dengan KW dan TA.

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos., MM., yang dikonfirmasi membenarkan diamankannya terduga pelaku penikaman terhadap Pdt. Tomas Tabuni.

“Korban diduga ditikam oleh KW menggunakan sebilah pisau. Pelaku menikam korban di dada kiri dan  bahu kiri. Setelah menikam korban, pelaku kabur menggunakan mobil Innova,” ungkap Rumaropen kepada wartawan, kemarin.

Penikaman yang terjadi di Jalan Hom-hom, Kampung Muai,  Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, bermula saat korban hendak pulang dari gereja GIDI di Jalan Hom-hom sekira pukul 11.00 WIT.

mobil rental Innova yang digunakan pelaku saat hendak menabrak korban.

Namun saat korban mengendarai motornya untuk pulang, satu unit mobil Toyota Innova diduga hendak menabrak korban. Atas kejadian itu, korban berhenti dan hendak menanyakan kepada pengemudi yang hendak menabraknya dari belakang di Jalan SD Percobaan Wamena.

“Saat korban menghampiri mobil yang hendak menabraknya, pengemudi mobil turun dari mobil yang dikendarainya. Saat itu pelaku hanya diam sat ditanya oleh korban dan tiba-tiba datang rekan pelaku yang mendorong korban,” jelasnya.

“Ketika didorong, korban hanya mundur dan pelaku berinisial KW kemudian mengeluarkan sebilah pisau yang diselip di pingginga kanan  dan langsung menikam korban di dada kiri dan bahu kiri. Pelaku saat itu langsung kabur menggunakan mobil,” sambungnya.

Pelaku yang diduga dalam keadaan panik serta dipengaruhi Miras menurut Rumaropen, akhirnya mengalami kecelakaan tunggal di mana mobil yang mereka tumpangi masuk drainase.

Tim Opsnal yang melakukan pengejaran akhirnya mendapatkan informasi terkait mobil yang digunakan pelaku yang merupakan mobil rental. Informasi tersebut kemudian dikembangkan dan akhirnya diamankan dua orang. “Dari keterangan dua orang ini, kami akhirnya menciduk tiga orang lainnya,” tandasnya.

Dari lima orang yang diamankan, Rumaropen mengatakan hanya dua orang yang diduga terlibat dalam penikaman terhadap korban yaitu KW dan TA. “Sementara tiga orang lainnya hanya terlibat mengonsumsi Miras dengan kedua pelaku,” tambahnya.

Korban Pdt. Tomas Tabuni menurut Rumaropen sudah mendapat penanganan medis di UGD RSUD Wamena. “Korban bisa memberikan keterangan. Artinya kondisi korban masih dalam keadaan bugar, tapi ada pendarahan di dada dan bahu sebelah kiri. Sementara pelaku KW mengaku menikam korban dengan obeng. Tetapi saksi mata di TKP melihat pelaku menggunakan pisau,” ucapnya.

Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos, pasca kasus penikaman ini, ratusan keluarga korban sempat berusaha mencari pelaku. Ratusan warga ini terlihat berjalan menuju Jalan SD Percobaan. Beruntung aparat Kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya Kompol. R. L Tahapari bertindak cepat meminta warga membubarkan diri. Pihaknya juga menyampaikan bahwa pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *