Konsultan Perencana Harus Tanggung Jawab

Libra 969 yang menjadi salah satu ikon Kota Merauke selama ini patah dan roboh akibat ditiup angin kencang, Jumat (28/1) sekitar pukul 11.30 WIT. (FOTO :Sulo/Cepos)

Terkait Patah dan Robohnya Ikon Tugu Libra 969

MERAUKE- Ikon Kota Merauke yang patah dan roboh pada Jumat (29/1) sekitar l 11.30 WIT menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat. Namun Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina berpendapat bahwa robohnya Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) tersebut mestinya konsultan perencana yang harus bertanggung jawab menjelaskan kepada publik.
“Konsultan perencana yang harus jelaskan kepada publik mengapa dia bisa roboh,” kata Politisi Partai Nasdem Kabupaten Merauke ini saat dihubungi lewat telpon selulernya terkait dengan patah dan robohnya salah satu ikon kota yang biasa dijuluki Kota Rusa Merauke itu.
Menurut Benjamin Latumahina, ketika merencanakan bangunan tersebut, termasuk bahan yang akan digunakan konsultan perencanaan sudah memperhitungkan secara teknis kekuatan dan umur dari bangunan itu.
“Bisa 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Biasanya berkaitan dengan anggaran yang tersedia. Anggaran yang tersedia berkaitan dengan kekuatan struktur dan lain-lain,” katanya.
Apalagi, lanjut Benjamin Latumahina diketahui bahwa di Merauke yang korosi sehingga besi akan cepat berkarat. “Apalagi setelah jatuh dan kita lihat ternyata yang digunakan hanya pakai besi hollow. kekuatan ini pasti sudah diperhitungkan oleh konsultan bahwa ketika ada beban angin. Roboh ini akibat beban angin. Jadi beban angin pasti sudah diperhitungkan sehingga menggunakan besi hollow dengan ukuran tersebut. Tapi kalau menurut saya secara strukturnya yang mempengaruhi akibat beban angin yang diperhitungkan dalam kontruksi itu mngkin melebihi dari yang dihitung, sehingga tidak sesuai dengan kekuatannya,’’ tandasnya.
Ditanya lebih lanjut, kedepan apakah perlu dibangun kembali, Benjamin Latumahina mengungkapkan bahwa kembali kepada kepemimpinan Romanus Mbaraka. “Saya pikir pasti beliau berpikir apakah ikon itu tetap dipertahankan atau struktur yang lebih baik atau diganti. Tapi kalau orang lihat lingkaran Libra itu identik dengan angka 969. Tapi, kembali ke kepemimpinan pak Romanus Mbaraka nanti seperti apa. Bahwa ketika itu didorong lagi pasti ada pikiran dan dasar-dasar yang mempengaruhi,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *