Imigrasi Awasi Enam Pos Perbatasan

Plt. Kepala Kantor Imigrasi Merauke Handwiyuto,

MERAUKE-Di Masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini di masa masyarakat baik yang ada di Indonesia dalam hal ini Kabupaten Merauke dan Boven Digoel maupun yang ada di wilayah PNG dilarang melintas batas kedua negara tersebut. Kantor Imigrasi Merauke yang memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap terhadap lalulintas orang tersebut memiliki 6 pos pengawasan.
Plt. Kepala Kantor Imigrasi Merauke Handwiyuto, mengungkapkan bahwa sepanjang batas antara RI dan PNG di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel tersebut terdapat 6 pos pengawasan. Pos pengawasan pertama ada di Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, kemudian kedua Sota, lalu ketiga Erambu Distrik Sota, Bupul di Distrik Elikobel, Mindiptana dan Waropko.
“Ada rencananya membuka Pos baru di Yetetkun dalam bentuk PLBN. Ya, mudah-mudahan segera dibangun sehingga kelasnya dapat ditingkatkan seperti PLBN Sota yang sudah selesai dibangun,” katanya.
Handwiyuto juga menjelaskan dengan panjangnya perbatasan tersebut, sementara pos Imigrasi yang ada hanya 6 titik, maka pihaknya telah bekerja sama dengan para kepala kampung untuk melaporkan jika ada pelintas batas yang mencurigakan khususnya pelintas batas orang asing dari PNG, bukan Papua.
“Kalau itu warga asing, artinya bukan orang Papua yang ada di sekitar perbatasan yang melintas, maka seharusnya dia masuk atau melintas di PLBN Skouw,” terangnya.
Meski demikian, lanjut Handwiyuto bahwa di PNG juga masih melarang warga Indonesia melintas ke negaranya terkait dengan masalah pandemi Covid-19. “Kita juga masih melarang adanya pelintasan di tapal batas dari PNG terkait dengan masalah pandemi Covid-19 saat ini,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *