Tanpa Dibekali Senjata, Bhabinkamtibmas Jadi Garda Terdepan

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jayapura Utara saat mendampingi warganya untuk menanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah beberapa waktu lalu. (Foto:Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Sebanyak 1.066 personel Bhanyangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtimas) tergelar di 28 Polres Jajaran di Polda Papua. Para Bhabinkamtibmas ini merupakan garda terdepan Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bahkan, ketika ada masalah di suatu daerah. Para Bhabinkamtibmas ini yang duluan mendapatkan laporan dari warga setempat.
Direktur Binmas Polda Papua Kombes Pol Gatot Aris Purbaya mengatakan, terlapas dari program Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang bakal memperkuat Polsek dalam pemeliharaan keamanan dengan mengedepankan personel Bhabinkamtibmas, sejak lama Bhabinkamtibmas yang ada di Polda Papua tergelar hingga ke seluruh pelosok-pelosok yang ada Polseknya.
“Keberadaan Bhabinkamtibmas di lapangan pemberian problem solving, sosialisasi dan masalah pos kamling,” terang Kombes Aris Purbaya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (29/1)
Dikatakan, peran Bhabinkmatibmas harus turun lapangan guna mengetahui situasi dan kondisi masyarakat yang ada di pelosok. Bhabinkamtibmas sebagai pendeteksi awal, sehingga jika ada gangguan Kamtibmas di daerah tersebut. Deteksi awalnya adalah Bhabinkamtibmas yang mendapatkan informasi awal dan segera ditagani gangguan tersebut.
“Masyarakat tau tempat dimana ia melapor, ketika warga tersebut jauh dari polsek maka dia melaporkan masalah yang ada di Bhabinkamtibmas untuk segera tertangani. Hampir 89 persen persoalan di kampung-kampung penangananya melalui Bhabinkamtibmas,” ujarnya.
Ditambahkan, Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepannya Polri dalam pembinaan terhadap masyarakat. Bahkan, di daerah rawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sekalipun Bhabinkamtibmas hadir.
“Untuk daerah rawan yang ada KKBnya, Bhabinkamtibmas kami bisa masuk dengan pola pendekatannya terhadap masyarakat. Pendekatan persuasive dan memberikan bantuan terhadap masyarakat,” tuturnya.
Dir Binmas juga menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas tidak dipersenjatai dengan senjata api, melainkan buku, pengetahuan Problem Solving dan penyelesaian masalah di tengah masyarakat.
“Rata-rata seorang Bhabinkmatibmas tidak dipersenjatai senjata api, mereka hanya problem solving, shering dan penyampaian imbauan ke masyarat,” tegasnya.
Untuk kendala sendiri, yakni kekurangan personel dengan jumlah dan jangkauan kampung kampung yang teralu banyak. Sehingga itu, pihaknya perlu dukungan personel untuk Bhabinkamtibmas. “Satu Bhainkamtibmas bisa mengembang 5 hingga 10 kampung, padahal idealnya satu Bhabinkamtibmas dia menghandel dua kampung,” tutupnya. (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *