Bertambahnya Pasien Covid -19 Tak Pengaruhi Kapasitas Tempat Penampungan

WAMENA – Pemerintah Jayawijaya memastikan jika ketersediaan tempat untuk menampung pasien Covid -19 di Jayawijaya yang terus menunjukan angka kenaikan masih tersedia, dimana ada dua tempat isolasi yang ada di RSUD Wamena yang dilengkapi dengan perelatan medis bagi pasien yang membutuhkan, sedangkan pasien yang tak membutuhkan peralatan medis masih bisa ditampung di gedung Bethesda.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, mengakui jika hingga saat ini angka covid -19 di Jayawijaya masih menunjukan trend kenaikan hingga mencapai 65 pasien yang dirawat, meskipun jumlah pasien bertambah namun untuk angka kesebuhan juga banyak namun masih tidak sebanding dengan pasien yang masuk. “Dari data 27 Januari kita masih berada di Angka 65 pasien yang masih dalam perawatan , namun kita punya angka kesembuhan juga besar namun memang tidak sebanding, sehingga kami masih terus berusaha untuk menekan laju penyebaran Covid -19,”ungkapnya Jumat (29/1) kemarin.
Ia juga memastikan untuk ketersediaan tempat isolasi bagi pasien covid -19 di Jayawijaya sampai saat ini masih bisa tercukupi, sebab meskipun ada yang masuk, namun ada juga pasien yang dinyatakan sembuh dan meninggalkan tempat isolasi itu sehingga masih bisa tercukupi untuk pasien covid -19 yang ditangani.
“Kami masih punyan dua ruangan isolasi di RSUD Wamena dan juga di Bethesda yang masih bisa digunakan menampung pasien covid -19, sehinga sampai dengan saat ini tidak ada masalah dengan tempat isolasi bagi pasien covid yang menunjukan trend kenaikan,”jelas Ketua tim gugus percepatan penaganan Covid -19 Jayawijaya.
Tiga tempat penampungan ini, Kata Jhon Banua, masih bisa digunakan karena meskipun angka penyebaran covid bertambah namun juga untuk kesembuhan juga besar sehingga ini masih seimbang, namun pihaknya tetap mengantisipasi jika lonjakan yang tinggi hingga ruangan yang disediakan tidak mampu lagi manampung pasien.
“ Kalau ada penambahan pasien yang terlalu banyak mungkin kita sudah harus mencari tempay yang lain lagi untuk melakukan penampungan pasien Covid -19, pihaknya mungkin akan melakukan rapat untuk menentukan tempatnya,”Kata Bupati.
Ia juga menyatakan, sebelumnya ada beberapa tempat yang digunakan untuk menampung pasien Covid – 19 maupun yang masih dalam gejala dan akan dilanjutkan dalam pemeriksaan Swab test, sewaktu RSUD Wamena belum memiliki alat untuk melakukan pemeriksaan swab, namun sekarang ini sudah ada alat tersebut sehingga jika ada wargta yang hasil rapidnya Reaktif maka bisa langsung ditindak lanjuti dengan swab.
“ Kalau dulu setiap sampel swab yang diambil dari warga yang hasil rapidnya reaktif itu harus dikirim ke
Jayapura dan butuh waktu 2-3 hari untuk mendapat hasilnya oleh karena itu kami punya beberapa
tempat untuk menampung warga yang saat itu menunggu hasil pemeriksaan swabnya dari
Jayapura,”bebernya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *