Siswa Ngantuk dalam Belajar Online, Orang Tua pun Bisa Pantau

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua,  Menius Wenda SPd, MSi,  saat melauncing aplikasi E-Buper di SMA Negeri 3 Buper Waena, Jumat, (15/1) lalu. ( FOTO: Noel/Cepos)

Melihat Penerapan Aplikasi E-Buper di SMA Negeri 3 Jayapura

Di tengah Pandemi Covid-19, dimana proses belajar mengajar tidak boleh digelar tatap muka, maka setiap Satuan Pendidikan, dari berbagai jenjang  diharapkan dapat berinovasi.  Salah satunya di SMA Negeri 3 Jayapura, menerapkan aplkasi e-Buper, dengan memanfaatkan fasilitas teknologi untuk   mempermudah proses belajar mengajar secara daring selama pandemi Covid 19. Lantas seperti apa penerapannya?

Laporan : Noel Wenda_Jayapura

  SMA Negeri 3 menjadi salah satu sekolah pertama di Papua yang melakukan terobosan inovasi proses belajar mengajar di sekolah   secara daring dengan menerapkan aplikasi e-Buper. Dengan system ini, maka selain dapat membantu siswa dan guru, juga memudahkan orang tua mengawal proses belajar anak-anaknya.

  “Mungkin ini pertama kali untuk  SMA Negeri 3 Jayapura dengan Aplikasi  E-Buper  di Papua dalam memberikan  kemudaan bagi siswa Guru dan orang tua memantau semua aktifitas belajar mengajar siswa dan sekolah, ” Kata Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua,  Menius Wenda S.Pd.,M.Si. saat melauncing aplikasi e -buper di SMA Negeri 3 Buper Waena, Jumat, (15/1) lalu.

  Dia mengatakan aplikasi yang hari ini digunakan oleh setiap peserta didik harus bisa diinovasikan seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 3 Buper,yang menurutnya sangat membantu para siswa guru dan juga orang tua untuk benar-benar memantau proses belajar mengajar, hingga pengontrolan orang tua dan guru terhadap anak dalam proses tersebut.

  “Kami tetap berharap setiap satuan pendidikan dalam masa pandemi covid 19 ini harus bisa menciptakan inovasi yang kreatif dalam membantu proses belajar mengajar dan pengontrolan orang tua kepada peserta didik, “ katanya.

  Dia pun meminta agar setiap anggaran yang diberikan setiap sekolah dapat memanfaatkannya sebaik mungkin, agar benar-benar tersalurkan pagi pelayanan pendidikan untuk para siswa yang ada di Papua.

  “Kami terus berharap agar setiap sekolah dapat benar-benar memanfaatkan dana yang ada untuk kemajuan pendidikan di daerahnya masing-masing,” katanya.

  Pihaknya memberikan apresiasi kepada SMA Buper yang berinovasi dan juga pun meminta kepada seluruh para tenaga guru untuk terus berinovasi karena perkembangan teknologi informasi terus berkembang sehingga metode belajar perlu disesuaikan dengan persamaan saat ini.

  “Kita para guru jangan kalah dari para siswa, Mari terus berinovasi dan ciptakan hal yang kreatif dalam proses belajar mengajar kepada siswa di sekolah masing-masing,” katanya.

  Aplikasi yang nantinya bisa membantu para peserta didik untuk mengetahui setiap satuan dan juga proses belajar mengajar tersebut akan membantu juga para orangtua untuk dapat melihat dan mengontrol langsung apakah anaknya benar-benar melakukan pembelajaran atau tidak.

  Bahkan, siswa dalam keadaan mengantuk atau tidak fokus di layar komputer saat proses belajar online pun dapat diketahui oleh orang tua dan tenaga pengajar.

   “Jadi setiap siswa yang tidak ikut proses belajar atau tidak mengikuti materi dengan serius dan mungkin saja dia mengantuk ataupun tidak serius belajar langsung akan ada konfirmasi dari guru ke orang tua melalui aplikasi, E Buper, ” Kata Kepala SMA Negeri 3 Jayapura, Anton Joko Martono.

   Menurutnya, aplikasi yang dibuat pihaknya mudah untuk digunakan. Perlu diakui bahwa dari total ada  sekira  40 guru di SMA Negeri 3 Jayapura, tidak semuanya mahir di bidang TI, namun semua bermula dari belajar dan ini juga berkat adanya bantuan para siswa yang memberikan masukan dan  saran kepada guru dan semua dikolaborasikan.

  “Tidak ada juga dari kami yang guru teknologi informasi (TI).Tim kami yang buat aplikasi, ini pun bukan guru TI, melainkan guru Fisika, Matematika, dan Geografi. Namun, kami memiliki keinginan untuk belajar, sehingga dibuatnya aplikasi ini, meski juga belum sempurna karena kita masih terus evaluasi sesuai dengan kebutuhan,” tambah Anton Joko Martono.

  Martono menjelaskan bahwa aplikasi yang dibuat memang khusus untuk SMA Negeri 3 Jayapura. Namun tidak menuntut kemungkinan jikalau sekolah lain ingin mencoba untuk menerapkannya, maka langkah-langkah pun dapat dipelajari.

  “Kalau untuk belajar membuat aplikasi ini, ya silahkan, kami terbuka, karena slogan SMA yaitu Maju Bersama Semua Hebat, sehingga tinggal kembali kepada kemauan saja. Bukan apa, kami pun belajar dari nol, sehingga tinggal dari kemauan teman-teman saja,” pungkasnya.  (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *