KPU Yalimo Bakal Pertahankan Keputusannya

TANDATANGAN: Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen didampingi 2 Komisioner KPU Yalimo saat menandatangani berita acara rapat pleno terbuka pembukaan kotak suara Distrik Welarek dan Apalapsili yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kemarin (28/1). (Foto:Denny/ Cepos)

WAMENA-Sidang gugatan perselisihan hasil Pilkada (PHP) 2020 Kabupaten Yalimo saat ini mulai bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Sidang perdana tanggal 26 Januari 2021 lalu, sudah dilakukan dengana agenda pembacaan gugatan dari pemohon pasangan calon nomor urut 02, Lakius Peyon-Nahum Mabel.
Ketua KPU Yalimo, Yehemia Walianggen mengakui jika pada sidang perdana 26 Januari lalu pihaknya sebagai termohon sudah mendengarkan pokok permohonan yang diajukan pemohon.
Untuk itu, pada sidang kdua yang akan digelar 1 Februari nanti, KPU sebagai termohon akan menjawab semua pokok gugatan yang diajukan dalam persidangan.
“Dalam sidang perdana kemarin tak adanya 8 formulir model C hasil KWK juga didalilkan pemohon sebagai tambahan. Kita akan menjawab nanti. Artinya dalam rekapitulasi TPS sampai dengan di tingkat distrik dan kabupaten, khusus Distrik Welarek itu masih ada, Namun setelah itu, tidak ada. Sehingga kami mencurigai unsur PPD kemungkinan membawa dokumen itu,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos via ponselnya kemarin.
Pada perinsipnya menurut Walianggen, hasil yang telah ditetapkan oleh KPU itu berdasarkan hasil pemilihan di TPS. Untuk itu, pihaknya akan tetap mempertahankan keputusan yang sudah ditetapkan 18 Desember 2020 lalu. Sementara mengenai permasalahan 8 formulir model C hasil KWK, KPU Yalimo sudah menyurat ke Bawaslu dan Polres Yalimo untuk ditelusuri.
“Kalau ada oknum penyelenggara yang ikut menghilangkan formulir model C hasil KWK maka nanti kita akan lihat hasil penelusuran dari Polres Yalimo. Namun untuk hasil yang telah ditetapkan oleh masyarakat dan ditetapkan oleh KPU, kemungkinan besar akan mempertahankan keputusan itu,” tegasnya.
Dirinya kembali menegaskan bahwa proses yang sudah berjalan dan sudah ditetapkan tetap akan dipertahankan dalam persidangan. Sebab hilangnya formulir model C hasil KWK itu tidak akan memengaruhi hasil yang telah ditetapkan. Karena KPU Yalimo masih memiliki dokumen D Hasil KWK.
“Apa yang telah diputuskan KPU, dalam persidangan kedua 1 Februari nanti tetap dipertahankan. Karena merupakan keputusan resmi kelembagaan. Kalau dalam dalil itu mereka mempersoalkan panitia distrik yang ada dua versi rekomendasi, kami juga siapkan jawaban kami untuk menjawab semua permohonan yang sudah disampaikan,” jelas Walianggen
Mantan Ketua Bawaslu Yalimo ini mengharapkan masyarakat tetap tenang dan mengikuti proses yang sedang bergulir di MK. KPU Yalimo selaku pihak termohon akan menjawab semua permohonan yang disampaikan oleh pihak termohon pada sidang perdana lalu. Kurang lebih produk yang telah ditetapkan KPU, akan bisa membantah semua permohonan yang telah disampaikan.
Ia juga menegaskan kepada para pihak yang menurut mereka perlu dipanggil dan melakukan klarifikasi, wajib mengikutinya. namun pada prinsipnya, hasil yang telah ditetapkan sudah berdasarkan dokumen C Hasil KWK yang ada di tingkat TPS untuk Distrik Welarek.
“Jadi jumlah suara paslon 01 sekian dan paslon 02 sekian, dimana sampai dipleno distrik ada perubahan. Tetapi kami melakukan perbaikan di tingkat kabupaten. Itu sesuai dengan apa yang masyarakat tetapkan di tingkat TPS sehingga KPU tetap mengawal itu,”tutupnya. (jo/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *