Bupati Percayakan Perusda Kelola Pelabuhan Depapre

Mathius Awoitauw ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si menginginkan agar pengelolaan Pelabuhan Peti Kemas Depapre dikelola oleh perusahaan daerah Baniau.

“Pelabuhan ini akan dikelola oleh perusahaan daerah, Baniau. Di bawah perusahan daerah, ada anak perusahan khusus untuk  mengelola pelabuhan ini, Koperasi Sinar Pauw dan itu dikelola langsung oleh anak-anak asli Papua,” ungkap Mathius Awoitauw, Kamis (28/1).

Menurutnya, pemerintah tentunya tidak menutup diri jika PT Pelindo juga masuk untuk mengelola pelabuhan tersebut, hanya saja, harus bekerjasama dengan perusahaan daerah yang ada di Kabupaten Jayapura itu.

“Kalau Pelindo mau masuk memang untuk sekarang belum bisa, tapi nanti kalau mereka masuk tinggal  melaksanakan kerja sama,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah juga membuka peluang yang sebesar-besarnya kepada siapa saja yang ingin berinvestasi di Kabupaten Jayapura bahkan di Pelabuhan Depapre tersebut. Hanya saja, bagi yang ingin berinvestasi harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya terkait ketersediaan lapangan pekerjaan dan tenaga kerja yang harus mengutamakan orang asli setempat.

“Siapapun yang ingin berinvestasi di sini, kita persilakan dengan persyaratan lapangan pekerjaan, tenaga kerja itu harus mengutamakan orang asli setempat,” tandasnya.

Dia mengakui, sejauh ini ada persoalan yang mendasar terkait dengan penyerapan tenaga kerja dari kalangan masyarakat Papua yang dinilai masih belum maksimal.

Hal ini berkaitan dengan tingkat kompetensi yang belum terasa dan juga minimnya pengalaman. Oleh karena itu kata dia persoalan itu tidak boleh menjadi masalah dan pihak perusahaan bekerjasama dengan pemerintah untuk menjamin pelatihan keterampilan bagi para pekerja orang Papua yang ada di wilayah itu sehingga kehadiran pelabuhan tersebut bisa memberikan dampak bagi kehidupan mereka.

Sementara itu, Staf Ahli Multi Moda Transportasi Kementerian Perhubungan RI Dr. Ir. Chris Kuntadi mengatakan, untuk mengelola pelabuhan itu sementara ini masih dari KSOP. Tapi nanti ada unit pengelola pelabuhan.

“Bisa jadi nanti akan diserahkan kepada unit pengelola pelabuhan, apakah itu BUP dari BUMN, atau dari BUMD nanti kita lihat,” katanya.

Namun demikian Kementerian hanya akan menawarkan  dengan melihat siapa yang merasa mampu dan bisa untuk mengelola pelabuhan itu dengan baik.

“Saya tidak mengatakan Pelindo harus masuk. Jadi siapa yang bisa menjamin bisa menggerakkan perekonomian di sini dengan keberadaan pelabuhan ini, silahkan,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *