50 Persen Jaringan Pengedar Ganja Anak Muda dan Miliki Jaringan Kriminal

Dua pemuda dengan inisial AW dan NH tidak berkutik saat ditangkap anggota Polsubsektor Skow, Rabu (27/1). Keduanya nekat melintasi jalur tikus samping Gedung Kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Perbatasan RI-PNG dengan membawa ganja. ( FOTO: Elfira/Cepos)

Mencermati Kasus Penyelundupan Ganja yang Kembali Marak di Jayapura

Kasus penyelundupan dan peredaran ganja kembali marak akhir-akhir ini di Kota Jayapura. Hampir tiap hari belakangan ini, polisi merilis kasus penangkapan pelaku/pengedar ganja yang bersumber dari negara tetangga, Papua New Guinea.

Laporan: Elfira_Jayapura

Bulan Januari masih menyisakan beberapa hari, namun sepanjang bulan Januari ini, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja. Satu diantaranya adalah warga negara Papua New Guinea. Dengan jumlah ganja yang diamankan dari tujuh tersangka tersebut sebanyak 1.901,9 gram.

   Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Julkifli Sinaga mengatakan, masuknya ganja di Jayapura dengan rentang wilayah Jayapura yang panjang, mulai Pasir 6 hingga Holtekam serta  jalur darat melalui Mosso dan Waris.

   Menurutnya, maraknya peredaran ganja dikarenakan pengawasannya cukup sulit. Dimana hanya melibatkan Satuan Narkoba, sementara  pintu masuk sangat banyak. “Faktor geografis di Kota Jayapura yang memungkinkan banyak akses yang  bisa dimasuki oleh warga PNG untuk menyuplai ganja  ke Jayapura,”  terang Kasat Narkoba kepada Cenderawasih Pos, Kamis (28/1)

   Dikatakan, 90 persen ganja yang masuk ke Jayapura berasal dari negara PNG. Hal ini dikarenakan PNG memiliki ladang ganja.  Karena itu, upaya untuk meminimalisir peredaran ganja yakni berkoordinasi dengan lintas satuan yang melakukan pengawasan di wilayah  perbatasan seperti Polsek, Satuan Polair, Pamtas, Koramil dan Pos Penjagaan dari satuan TNI.

   “Saya selalu menekankan kepada anggota untuk memperkuat jaringan dalam kota. Hal ini untuk mengetahui masuknya ganja, dengan informasi yang anggota dapat sehingga kita melakukan mapping (pemetaan.red) dan mengawasi gerak gerik pelaku,” tuturnya.

   Menurut Kasat Narkoba, orang yang sudah berkecipung di dunia ganja sekalipun ia sudah masuk dalam sel tahanan, tetap bisa mengendalikan ganja dari dalam sel dan mengarahkan orang-orang yang dikenalnya.

   “Yang suplai barang dari PNG ke Jayapura orangnya sama, dan mereka jarang membawa ganja sendiri ke wilayah Jayapura. Kalaupun mereka bawa sendiri, berarti jaringan yang ada di Jayapura sudah putus,” terangnya.

   Kasat Narkoba menyebut, sebanyak 50 persen jaringan pemakai dan pemgguna ganja adalah anak muda. Hal ini diakibatkan  pergaulan dan minimnya pengawasan dari orang tua.

“Fungsi utama meminimalisir peredaran ganja dari Papua masuk ke PNG adalah edukasi control orang tua terhadap anak-anaknya, selalu awasi keberadaan anak-anaknya agar tidak terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jayapura,” kata Julkifli.

   Dikatakan, ganja yang masuk dari PNG  ke Jayapura melalui jalur tikus dan masuk lewat Mosso. Dengan pola, pelaku menjemput  ganja ke PNG  dengan membawa barang hasil curian seperti motor curian, Handphone, Laptop lalu kemudian dibarter dengan ganja.

   “Mereka ini memiliki jaringan gabungan, yakni curas, curat dan curanmor lalu kemudian dibarterkan dengan ganja,” jelasnya.

   Sementara itu, Dir Narkoba Polda Papua Kombespol Alfian menyampaikan kasus Narkotika yang telah ditangani Polda Papua pada tahun 2019 sebanyak 199 kasus, sedangkan di tahun 2020 sebanyak 288 kasus.

  Dengan barang bukti narkotika yang ditangani pada tahun 2019 yakni Narkotika jenis ganja seberat 43,136 gram dan sabu seberat 6,5 gram. Sedangkan pada tahun 2020 berhasil mengamankan Narkotika jenis ganja ditambah pohon ganja seberat 83,687 gram dan sabu seberat 1.597 gram serta sintetis dextro seberat 74,9 gram.

   “Kami memetakan daerah rawan yang menjadi pintu masuknya peredaran barang haram tersebut, yakni melalui jalur udara, pantai dan perbatasan RI-PNG. Untuk jalur udara melalui jasa pengiriman paket dan pada jalur laut melalui kapal-kapal kecil di daerah sekitar dok IX, Pantai Hamadi hingga argapura yang juga merupakan pintu masuknya peredaran Narkotika tersebut,” terangnya. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *