Abisai Rollo Sandang Gelar Magister Hukum

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo SH, MH berdiri di hadapan tim penguji usai mengikuti proses ujian tesis di Universitas Yapis Jayapura, Rabu (27/1). Dari hasil ujian ini ia dinyatakan berhak menggunakan gelar Magister Hukum (MH). ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Di tengah kesibukannya memimpin lembaga DPR Kota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo SH ternyata nyambi kuliah melanjutkan ke jenjang pasca sarjana. Dan Rabu (27/1) kemarin ia menyelesaikan ujian tesis dan yudisium untuk program pasca sarjana bidang hukum.

  Hasilnya juga ada, dimana pada dalam ujian yang dilakukan di ruang tes Uniyap Dok V Jayapura tersebut kemarin ia dinyatakan lulus dan berhak mengantongi gelar Magister Hukum (MH). Judul penelitiannya sendiri adalah Kedudukan Hak Masyarakat Adat Dalam Omnibus Law Cipta Kerja di Indonesia.

  Sidang ini dipimpin oleh Direktur Pasca Sarjana, Dr Sjamsier Husen SE., M.SI  dengan dua penguji yakni Dr Muhdi B. Hi Ibrahim, SE., M.M dan Dr Najamuddin Gani, SH., MH.  Proses ujian tesis juga berlangsung tidak lama dimana setelah melakukan tanya jawab soal tesis yang dibuat, tim penguji sepakat untuk  memberi nilai sangat memuaskan. Saat itu juga ujian diakhiri dengan yudisium. Abisai Rollo menjadi alumni pertama untuk jurusan Hukum Tata Negara (HTN).

   “Dari hasil diskusi yang dilakukan tim penguji, kami sepakat bahwa mahasiswa atas nama Abisai Rollo SH dinyatakan lulus dalam ujian tesis dan kini sudah bisa menggunakan gelar MH nya,” kata  Muhdi usai ujian.

  Dikatakan dari tesis ini sepatutnya bisa menjadi satu solusi, harus bisa menjawab tantangan yag terjadi di Kota Jayapura termasuk yang berkaitan dengan angka pengangguran mengingat dari Omnibus Law ini paling tidak memberi ruang untuk sebuah solusi tadi. Lalu potensi Jayapura lebih banyak pada sektor jasa dan menurut penguji home industri dan ekonomi kreatif perlu tumbuh.

  “Dengan undang – undang cipta kerja ini memang agak unik karena ada undang – undang Otsus, namun keberpihakan harus tetap ada. Namun kami berharap tesis ini bisa ikut membantu pemerintah dari sebuah kebijakan,” imbuhnya.

Abisai Rollo sendiri menyatakan bahwa Undang – undang  Omnibus Law ini memberi  kemudahan dan ruang untuk mencari pekerjaan dengan peluang  yang tidak terlalu ribet, namun undang – undang ini bukan undang – undang tidur melainkan harus bekerja. “Omnibus Law ini memberi kemudahan untuk menanamkan investasi dan membuka ruang untuk bekerja, tapi bukan berarti sebagai orang asli Port Numbay malah malas – malasan dan berharap berkat jatuh dari langit. Tak ada seperti itu tapi harus bekerja,” tegasnya. Abisai Rollo menjadi mahasiswa Program Magister sejak 2019 lalu dan di awal tahun 2021 ia dinyatakan lulus. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *